Rabu, 14 Oktober 2009

sastra MEDAN abad Platinum

Esei
D. Rifai Harahap.

SASTRA MEDAN ABAD PLATINUM

Zaman sastra picisan telah lama berahir. Sejarah mencatat. Medan sebagai tempat penerbitan yang paling gencar dizamannya, kini redup seredupnya dikarenakan jago-jago pena kota Medan seperti Parada Harahap, Matu Mona, Adam Malik, Sutan Takdir Alisyahbana, Chairil Anwar, Sori Siregar, S. Dalimunte, Arie F.Batubara, Sugeng Satya Darma, R. Mulia Nasution, Tandi Skober, Foeza Hutabarat, Rizal Siregar yang belakangan ini asyik berpolitik dan banyak lagi yang lainnya, dan yang paling akhir sastrawan merangkap wartawan harian Waspada, begitu pension, hijrah ke Jakarta. Yang saya sebutkan terahir ini adalah rekan penulis yang paling pintar membuat seniman-seniman di Medan menggerutu bila membaca kritikan-kritikannya di ruang Budaya Waspada.

As. Atmadi memang cuma sebuah nama biasa. Tapi dia juga adalah seorang pemain sandiwara yang cerdas. Seorang pengasuh ruang Budaya Harian Waspada yang slektif menerima sumbangan tulisan dari penulis-penulis muda berbakat, dan akhirnya, harus diakui, banyak jebolan penulis usia muda yang mengisi rubric ‘budaya’ harian Waspada yang eksis baik yang hijrah ke Jakarta maupun yang masih menetap di Medan.

Sebenarnya rubric ‘budaya’ di harian-harian yang terbit di Medan bukan Cuma ada di harian Waspada, harian Analisa, Medan Pos, Mimbar Umum, Harian Global dan Medan Bisnis juga membuka rubric yang sama.. Sastra kora kalau boleh saya menyebutkan, da cerpen. Novel dan beberapa naskah sandiwara. Itu semua hasil swadaya para sastrawan yang ada di Medan.

Bagaimana di abad platinum sekarang ini? Setelah zamannya Sori Siregar, Zainuddin Tamir koto alias Zatako berhasil menaklukkan Jakarta, pendatang baru yang masih berusia muda yang ikut mengharumkan nama Sumatera Utara di khzanah bertaraf nasional adalah Hasan Albana, cerpenis yang pegawai negeri, sutradara dan juga adalah pemain sandiwara yang sangat cerdas dalam ber’akting’. Bagaimana dengan sastrawan perempuan? Ada Aisyah Basyar, Sumiati, Butet Manurung dan Dini Usman. Walau karya-karya mereka belum sampai ke tingkat nasional, tapi untuk Sumatera Utara mereka cukup dikenal lewat tulisan-tulisan berupa cerpen, puisi dan novel yang diterbitkan di Koran-koran Medan.

Hidup ini memang sangat singkat sekali. Mohammad Said dan Ani Idrus pendiri harian Waspada telah lama meninggalkan kita. Bung Yus pengarang yang hidup di zaman sastra picisan telah lama tiada. Herman KS, kritikus yang tulisan-tulisannya sangat ditunggu-tunggu para penulis di Medan maupun di Jakarta telah menghadap Khaliknya. Begitu juga dengan NA. Hadian, yang menobatkan dirinya sebagai presiden Penyair Sumatera Utara juga telah berpulang dengan meninggalkan setumpuk karya puisi yang belum berhasil ia publikasikan.

Kini adalah abad platinum. Abad serba cepat. Namun di Taman Budaya Sumatera utara, di saat-saat tertentu, akan terlihat sastrawan kondang di zamannya, pengarang ‘ Penakluk Ujung Dunia ’ , Bokor Hutasuhut jalan tertatih-tatih membawa semangat hidup berkeseniannya menemui pengarang-pengarang muda yang acap mangkal di Taman Budaya Medan. Begitu Bokor Hutasuhut yang telah uzur itu dating, seniman muda yang masih gagah, seperti Raudah Djambak, Hasan Albana dan yang lainnya dating berebutan membimbing Bokor Hutasuhut yang tertatrih-tatih. Apakah ini cerminan dunia sastra ( kesenian) di Sumatera Utara? Tidak jalan di tempat, tapi sulit maju kedepan dikarenakan na infuse yang disuntikkan tidak mengandung banyak gizi? Entahlah.

Tapi itulah gambaran peta berkesenian di Medan plus Sumatera Utara secara umum. Ada tapi terbata-bata. Tidak seperti A. Rahim Qahhar yang masih menggeliat walau nafas sudah diujung ubun-ubun. ARQ masih liar dalam membacakan puisi-puisi ‘ Sadam Husain’ nya bersama Damiri Mahmud dan Barani Nasution.

Pagelaran teater masih ada di Medan walau agak tersendat-sendat. Di bulan Oktober tanggal 4 malam Yondik Tanto dengan grupnya D’Lick Teater Team mementaskan ‘TOH’, aebuah repotoar karya Yondik sendiri dan di sutradarai olehnya sendiri. ‘TOH’ di awali dengan merintihnya seorang permpuan yang terikat ke dua tangannya p[ada sebuah gantungan. Di bawahnya tumpukan kain putih yang bergerak seiring rintihan perempuan yang terikat. Lewat naskahnya itu Yondik ingin menggambarkan pada penontonnya sebuah proses kelahairan yang amat sulit, kelahiran manusia, kelahiran akal budi, kelahiran baik dan buruk, dalam geliat simbolik yang agak sulit dicerna oleh penonton awam.

Seni tari. Sepertinya seni tari sekarang ini mendominir semua kegiatan latihan yang ada di Taman Budaya Medan. Tari walau masih dalam bentuk yang itu ke itu, tapi berhasil mengundang peminat, terutama kaula muda putrid dan anak-anak untuk mengikuti latihan tari di Taman Budaya.
Untuk saat ini, di Taman Budaya ada lima kelompok tari yang semuanya memiliki anggota latihan lebih kurang lima puluh peserta latihan di tiap grup.
Teater ? Selain Teater Generasi pimpinan Suyadi San, ada Teater Imago , D’Lick Teater Team, Teater Anak Negeri Pimpinan Idrus Pasaribu dan Teater Nasional yang lebih mengutamakan personil pelatihan ke Teater Imago Medan. Diluar Taman Budaya ada LKK Unimed dan Teater “O” dari sastra USU. LKK Unimed adalah yang paling produktip. Sementara kelompok Mahasiswa dari Aswaliah, UISI, Muhammadiah dan ITM belum begitu bergiat untuk tampil di luar kampus mereka. Tapi mereka ada.

Bagaimana dengan ‘seni rupa’ ? Ada. Tapi masih tetap belum mampu menguasai pasar. Beda dengan pelukis M. Yatim yang bermarkas di Tanjung Morawa. Pasar lukisan-luksan M. Yatim tidak lagi di Medan, tapi telah berhasil meminang pembeli dari Eropah. Slamat Chairi terlah tiada. Dua tahun lalu pelukis yang hamper 4 tahun hijrah ke Jakarta di sekitar tahun 1970-an sampai tahun 1980-an, disisa usia tuanya ia mengabdikan dirinya sebagai guru Bahasa Inggeris di perguruan Pertiwi Medan. Semenjak ia ditinggal pergi oleh iosteri tercintanya, Slamet Chairi tinggal dari rumah kost ke rumah kost sampai akhir hayatnya. Sebelum Slamet Chairi meninggal dunia, ia masih sempat menggelar pameran lukisan cat airn di salah satu galeri yang ada di Medan Baru. Untuk dapat berpam,eran untuk yang terahir, ia dibiayai oleh pihak sponsor dengan imbalan bila ada lukisan yang laku, bagian Slamet Chairi 50 %. Namun sampai mengahadap Chaliknya, tak sebuah lukisan pun yang laku terjual.

Disamping Slamet Chairi yang telah tiada, pelukis-pelukis muda yang rajin menggelar pameran adalah Togu Sinambela, Kuntara DM, Rein Asmara, dan beberapa pelukis muda berbakat lainnya yang penulis lupa nama-namanya.

Seni rupa, Teater, tari, film, multi media dan sastra adalah kegiatan yang sebenarnya tidak asing bagi seniman yang ada di Sumatera Utara. Salah satu film produksi Medan, ‘ Turang’ pernah menjadi film terbaik dalam festifal film Indonesia di tahun 1950-an. Tahun 50-an sampai dengan tahun 60-an produksi Medan sangat diperhitungkan oleh orang-orang film yang ada di Jakarta. Kini hal itu tak lagi pernah terjadi. Anak Medan terus menunggu dan menunggu datangnya produksi film dari orang-orang Jakarta.

Di tahun 80-an, anak Medan yang bernama Abrar Siregar datang ke Medan untuk membuat film yang berjudul ‘Sorta’. Abrar Siregar awalnya adalah seorang wartawan di mingguan Mimbar Teruna Medan pimpinan Buyung Gandrung. Kedatangan Abrar
Siregar yangbtelah menjadi sutradara penuh setelah beberapa film menjadi asisten sutradaa Wim Umboh, sangat menggembirakan anak-anak Medan yang memiliki bakat di bidang acting. Tercatatlah beberapa nama Burhan Piliang, Rosnani Lubis yang ikut mendampingi bintang-bintang tenar dari Jakarta. Untuk tampil sebagai pemeran utama seperti dalam filmnya Bachtiar Siagian, anak Medan sepertinya sulit untuk mendapat kesempatan, walau sutradaranya adalah anak Medan. Menurut kata seorang teman yang telah lama bermukim di Jakarta, untuk dapat ‘numpang lewat’ saja sudah sukur. Untuk jadi pemain utama itu bukanlah hal yang gampang, ucapnya.

Mencermati semua itu nafas memang harus kita tarik panjang. Seniman Medan yang hijrah ke Jakarta, yang bergerak di film sebenarnya cukup banyak. S. Dalimunte terkadang terlihat juga sesekali wajahnya di layer kaca. Begitu juga As. Atmadi yang kini bertukar nama menjadi Ronjas. Senetron Aleks Latif walau belum menjadi buah bibir masyarakat banyak, senetron ‘ keluarga cemara’ yang awalnya di sutradarai oleh Edward Pesta Sirait itu memang harus kalah bersaing dengan senetron kacangan yang tujuannya hanya untuk menjadikan media layar kaca sebagai sarana hiburan. Satu waktu dulu, sewaktu Najib Bahadur masih hidup, orang-orang Medan yang ada di Jakarta tetap memperhatikan perkembangan dunia kesenian yang ada di Medan. Usaha kawan-kawan di Jakarta yang untuk tetap terlibat dalam memajukan seni film di Medan perlu mendapat acungan jempol, tapi usaha itu memang tak pernah terwujud, tapi usaha mereka sudah jauh dari cukup.

Kini , di abad platinum ini, usaha kawan-kawan yang ada di Jakarta untuk meningkatkan kegiatan seni di Medan kembali berulang. Kali ini usaha kawan-kawan seniman yang pluas Sumatera Utara yang berdomisili di Jakarta akan menerbitkan antologi sastra. Ide ini tercetus saat seniman-seniman Medan lagi ber-halal bi halal . Di facebook Idris di Pasaribu kabar ini ia tuliskan dengan nada yang agak sedikit miring. Sastrawan Medan yang ada di Jakarta akan menerbitkan antologi sastra tanpa ada melibatkan penulis yang ada di Medan. Tapi peluncurannya di Medan. Apa ini bukan pelecehan namanya? Begitu kira-kira tanggapan Idris Pasaribu di face book nya. Pelecehan? Penulis kurang paham yang dimaksud Idris Pasaribu yang ia maksud dengan ‘pelecehan’. Ada kawan di perantauan yang sutradara pulang kampong untuk membuat film seperti Abrar Siregar, kawan-kawan di Medan ia pakai cuma sebagai figuran, tapi waktu itu tak ada yang merasa anak Medan di lecehkan. Kini kembali anak Medan di perantauan berhasrat menerbitkan antologi sastra, dan itupun ternyata penulis dan sastrawan Medan mereka libatkan untuk mengirimkan karyanya dalam bentuk cerpen, puisi dan esei. Bila Idris dalam face booknya menulis anak Medan tidak dilibatkan, Idris mungkin belum mendapat undangan untuk mengirimkan karyanya ke antologi sastra yang akan diterbitkan itu.

Usaha saudara kita di perantauan untuk meramaikan bunga rampai sastra di tanah air haruslah kita sambut gembira walau tulisan ini tidak disrtakan dalam antologi yang diterbitkan nantinya.

Dawis Rifai Harahap.

Jumat, 09 Oktober 2009

bunga rampai anak medan

AS.Atmadi yang kini hijrah ke Jakarta mengabarkan dalam waktu dekat akan menerbitkan antologi sastra hasil karya anak-anak Medan yang bermukim di Jakarta. Buah karya anak-anak Medan yang nantinya akan di sandingkan dengan sastrawan yang masih bertahan di Medan, seperti Coking Susilo Sakeh, Damiri Mahmud, dan beberapa penulis yang tak begitu jelas di sebutkan AS Atmadi akan diundang ikut meramaikan khasanah sastra yang dalam waktu dekat akan diluncurkan di jakarta dan Medan.

Dalam kesempatan yang singkat, Atmafdi yang saat itu sedang berada di rumah Sugeng Satya Darma yang telah eksis di jakarta sebagai wartawan Free Lance.

Kita tunggu saja.

Rabu, 07 Oktober 2009

yayasan CITRA IMAGO terbentuk

Guna meningkatkan kinerja jajaran Anak-Anak Muda Imago, dalam waktu dekat akan menerbitkan tabloid DUNIA ANAK eksklusif mengenai dunia anak-anak Indonesia dan dunia. Masa depan anak bergantung pada ke dua orang tua dan masyarakat lingkungan disekitar tempat anak menghadapi hari-hari menjelang anak akan tumbuh menjadi manusia yang dewasa.

Tabloid anak mungkin tampil beda dengan tabloid anak yang pernah ada di tanah air. Tabloid anak yang akan diterbitkan dan peluncurannyanya akan diawali dengan lomna kreasi anak-anak se kota Medan, seperti lomba akting untuk anak usia 8 s/d 12 tahun, lomba mewarnai untuk anak usia 5 s/d 8 tahun, dan lomba foto anak.

Kamis, 17 September 2009

IMAGO MAIN TV



tV SUMUT mempercayakan Imago untuk mengisi acara drama pendek karya D. Rifai Harahap yang berjudul ' Sahril Jualan Kue ' dengan durasi 30 menit. Imago yang kini dipercayakan pada Azrul Syahjaya sebagai Kep. Rumah Tangga Teater Imago yang setiap petang tampak di sangar Teater Nasional Medan menjelaskan, usai menurunkan 5 pemain anak-anak, bulan Oktober, Desember dan Januari akan menggelar lakon panjang juga karya D.Rifai Harahap berjudul 'Raja Yang'.

Drama pendek yang menurunkan Eliza, Djamal, Adli, Aini, Rahmad dan Reza, malam itu tampil di studio tv sumut tidak maksimal. Eliza dan Djamal sering lupa dan membuat Romian sebagai pengarah acara tampak sangat kesal dengan penampilan Imago malam itu.

Namun ke empat anak-anak yang baru pertama kali berhadapan dengan kamera, bermain cukup baik.

SAHRIL JUALAN KUE

Malam tanggal 16 Rabu 2009 lalu, naskah D. Rifai Harahap yang berjudul "Sahril Penjual Kue" yang diarahkan Romian terpaksa do retake ulang berkali-kali dikarenakan Elliza dan Djamal yang memerankan Bunda dan Ayah Indah (Aini) terus menerus bleng,dan membuat Romian sebagai pengarah acara sedikit sewot dikarenakan ulah pemain yang sepertinya kurang latihan selama bulan puasa.

Sahril anak yatim yang harus membantu maknya berjualan kue karena mak Sahrul sakit. Tapi Indah merasa kurang srek dengan Sahril yang miskin.

Tapi begitu Sahril baru sajamulai jualan, teman-teman Indah yang bernama Ical dan Ari mengompas Sahril. Tidak itu saja, kue jualan Sahril juga dimakani Ical dan Ari tanpa bayar.

Bagaimana akhirnya? Kita lihat saja penampilan pendatang muda Imago yang masih duduk di kelas 5 sekolah dasar ini. Ical diperankan oleh Rahmat, Ari diperankan Reza, Sahril diperankan oleh Adli dan Indah di perankan oleh Ainun.

Sabtu, 12 September 2009

BUKA PUASA BERSAMA


Menjelang buka tanggal 12 Sept 2009,malam minggu, sekelompok orang muda yg tergabung dalam komuntas seni mahasiswa IAIN Sum.Utara, menggelar acara buka bersama dengan teman sesama mahasiswa di open stage Taman Budaya Sum.Utara begitu usai latihan Raja Yang karya D. Rifai Harahap di bawah pohon asam jawa samping TBSU.

acara buka bersama yang menghadirkan mahasiswa dari USU, Muhamadiah, Unimed dan Wartawan serta Seniman di open stage tbsu.

acara si tutup oleh Ridho dan Andi Mukli sebagai alumnus IAIN Sum Utara yang telah menyelesaikan tingkat sarjananya 2 thn lalu.

Moga dalam menghiasi Ramadhan tahun ini, Allah me-ridhoi kegiatan buka puasa bersama dan menghadapi Lebaran mendatang semuanya dalamkeadaan sehat walafiat. Amin.

Kamis, 03 September 2009

IMAGO SIAPKAN PELATIHAN FILM


Hajrul yang kini aktif penuh di sangar Tena menjelaskan, setelah work shop film bersama sutradara Jakarta Aleks Latif, skenario D.Rifai Harahap yang berjudul 'Pereman Ujung Kampung' rampung 50 prosen. Kelanjutan Work Shop direncanakan minggu ke tiga bulan Syawal.

Bagi yang berminat, dapat mendaftarkan dirinya ke sekretariat Tena di Taman Budaya Sum.Utara.

Pelajar dan Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti pelatihan film dibidang Kameraman, Sutradara, Artistik dan Penulisan Skenario.

(Rel)

Rabu, 02 September 2009

MEMBESUK PAK DARWIS

Minggu akhir Agustus 2009 lalu, Andi Mukli, Djamal, Apri, Risyah, Rahmah, Rani dan Fauzi bersilaturahmi ke kediaman pengarang naskah 'Raja Yang' di bilangan Kec. Mdan Perjuangan Sei Kera Hulu Medan. Pak Darwis tampak lesu namun tetap ceria menerima kedatangan anggota teater Imago yang akan menyiapkan pementasan naskah 'Raja Yang' di bulan Oktober dan Januari 2010 mendatang.

imago

nama ini diambil dari cikal bikal tetumbuhan
ia hidup dalam kewgelapan malam
siang mencari matahari
kehidupan
lalu terbang bersama awan dan angin
menjelajahi
tiap sudut kota
bukit
sawah
kamar kamar penginapan
para selebritis
yang tak pernah perduli
dengan kemiskinan
anak negeri
yang terpuruk
di bawah kolong jembatan
yang di bangun
dari tetesan keringat
anak negeri


mdn
D.Rifai Harahap.

Selasa, 01 September 2009

RAJA YANG AKAN DIPENTASKAN

Andi Mukli berencana akan mementaskan naskah D.Rifai Harahap yang berjudul 'Raja Yang' di pentas jutama Taman Budaya Medan bulan Oktober dan Januari 2010 mendatang. Naskah Raja Yang ini dimainkan oleh penulisnya sendiri,D.Rifai Harahap, Buoy Hardjo, Amran SD, Nasir Lubis, Edi Tono, Loce, Nani, Tatik Husin dan puluhan pendukung. Naskah berdurasi dua jam lebih ini akan dimainkan oleh Andi, Adek, Apri, Rahmah, Yuke, Teguh, Ani, Tata, Ridho, Jamal, Risya, dan puluhan pendaang baru yang datang untuk mengembangkan bakat seni perannya di Teater Imago Medan yang dipimpin ka rumah tangga TENA Hajrul.

Rabu, 10 Juni 2009

ANAK-ANAK BADAI KANCAH BATIN KAUM PEREMPUAN

Menyaksikan sebuah pementasan drama seseorang itu tidak cuma harus menonton, tapi juga harus merasakan apa sebenarnya yang sedang berlangsung di atas pentas. Menonton pertunjukan tater beda dengan menonton film maupun senetron. Teater adalah seni pertunjukan yang sarat dengan kata-kata. Kekuatan kata adalah sihir yang akan membuat penonton bertekuk lutut begitu pemain menyampaikan kata demi kata yang di tuangkan oleh pengarang lakon ke dalam pelaku yang sedang beraksi di hadapan semua penonton. Kekuatan kata adalah modal utama seorang pemain untuk membuat banyak orang terpukau saat scen demi scen berlangsung di atas pentas.
Itulah yang belum dapat penulis rasakan saat menonton 'ANAK ANAK BADAI' karya Muhammad Yunus yang di gelar teater Siklus InArt Medan tanggal 26 Mai 2009 lalu di gedung Tari Taman Budaya Sumatera Utara. Anak-anak Badai adalah jeritan nurani seorang perempuan yang tertekan oleh keadaan, nasib keberuntungan yang tak pernah berpihak kepadanya. Ia melahirkan banyak anak-anak prematur. Anak-anak dosa akibat perbuatan dosa orang-orang yang menjinahinya. Yang memperkosanya. Yang merendahkannya sebagai seorang perempuan.
Kata memang harus mampu membuat penonton tertegun. Pada hal semua kemampuan itu sudah dimiliki semua permain yang mendukung lakon AAB. Sayangnya kemampuan yang ada itu tidak sempat terperhatikan oleh Cory Islamy sebagai sutradara muda. Mungkin di pementasan berikutnya, Cory Islamy akan lebih jeli lagi. Namun pementasan AAB tidak jelek. Tapi bagus kalipun juga tidak. AAB berada di tempat yang sedang-sedang saja. Maju terus Cory....
(erha)

TURUT BERDUKA CITA ATAS
BERPULANGNYA IBUNDA YS. RAT,
DI JALAN MADIOSANTOSO, Gg.BUDI MEDAN.
MOGA ARWAH IBUNDA MENDAPAT TEMPAT YANG LAYAK DISISINYA, DAN YANG DI TINGGALKAN, ANAK DAN CUCU-CUCUNYA TETAP TABAH MENGHADAPI MUSIBAH YANG KITA SEMUA NANTINYA AKAN MENGHADAPINYA.

DARI REKAN-REKAN YANG GABUNG DI TEATER IMAGO
DAN TEATER NASIONAL MEDAN.

Senin, 08 Juni 2009

AGAM ZAPINA PAMERAN

Lama juga penulis tidak bertemu dengan saudara Agam Zapina. Petang itu secara kebetulan beliau bertemu dengan penulis di Taman Budaya Sumatera Utara. Agam Zapina sudah terlihat sepuh. Janggut dan kumis yang ia biarkan tumbuh, telah putih semua. Agam Zapina tangga 14 Juni 2009 (munggu) akan mengadakan serangkaian pameran lukisan bersama beberapa teman di pusat perbelanjaan Paladium Medan. Beberapa karya Agam Zapina akan dipamerkan.

Dalam kesempatan petang itu, Agam menanyakan hal rekan Slamet Khairi yang ia tidak tahu telah dipanggil Khaliknya sekitar enam bulan lalu. SAlamet Khairi adalah tokoh seni rupa Medan yang kepergiannya tidak banyak diketahui rekan-rekan sesama pelukis.

(erha)

Selasa, 12 Mei 2009

TEATER ALIP /LKSM IAIN SUM.UTARA MENTAS DI TBSU.

Malam tangggal 10 Mai 2009 lalu, Teater AQlip IAIN Sum.Utara telah berhasil menggelar repotoar yang berjudul ' Setan Dalam bahaya " karya Taufik El Hakim yang diterjemahkan Ali Audah. Naskah yang berdurasi sekitar satu jam itu telah berhasil membuat penonton yang hadir terkesima dengan penampilan Tata sebagai Failosof, Rina sebagai isteri, Sulaiman ( Sulek) sebagai Setan Sati, Ardi sebagai setan dua dan Ferry sebagai Setan Tiga.

Sebagai pendatang baru di kancah senui teater Sumatera Utara, Tata, Rina, Sulaiman, Ardi dan Ferry dalam memainkan perannya sudah mendekati sempurna. Walau masih ada kekurangan disana sini, dengan tampilan perdana mereka di pentas utama Taman udaya Sumatera Utara, adanya mereka, menambah urutan pemain berbakat di Sumatera Utara setelah keberadaan LKK Unimed yang sepak terjangnya tidak diragukan lagi di Sumatera Utara.

Naskah yang di sutradarai Teguh ini telah bermain maksimal. alau sebenarnya masih banyak kemungkinan yang masih dapat diperbaiki, pertunjukan yang di tampilkan mahasiswa IAIN ini tidak mengecewakan penonton walau menurut pengamatan penulis, masih banyak yang masih dapat di perbaiki agar penampilan " Setan Dalam Bahaya" jauh lebih baik dari yang kita lihat di malam senin tanggal 10 Mai 2009 lalu.

Seting yang sederhana, pencahayaan yang di kendalikan Ridho berhasil membina suasana terkadang menyeramkan tapi terkadang ulah pemain terdengar juga 'gerrr' penonton yang menyaksikan adegan demi adegan yang mereka mainkan.

"Setan Dalam Bahaya" adalah penampilan Teater Alip IAIN pertama sejak Teater Alip yang di hidupkan kembali oleh Andi Mukly empat tahun silam. Dengan adanya penampilan di TBSU, mudah-mudahan LKSM IAIN Sumatera Utara dapat benar-benar memenfaatkan waktu untuk tampil lebih baik lagi dimasa mendatang. Selamat buat LKSM IAIN Sum . Utara.

(erha)

Minggu, 03 Mei 2009

Google

Translate text or webpage

Enter text or a webpage URL.Translation: Indonesian » English
skip to main | skip to sidebar
IMAGO Theater MEDAN

Thursday, 30 April 2009
Text TELEVISION
Play TV
D. Rifai Harahap.
WHITE hunt scum KARANG

Actors:

Ratna THN 22. Discipline, responsibility, to-ibuan.
RONGGUR 23 TTHN Wibawa, nerjiwa leaders.
22 THN UPIK Beautiful, Sexy, interact in a flexible.
YAKOB 23 THN Humoris.
Emon 23 Thn Friends Yakob. Lugu.
Das 23 Thn Ganteng, considers himself the most intense. Like envy.
Todo 23 Thn Ganteng, Brutal, like ugal-ugala.
Mother Mother Rose village 45 Thn I have hand to mouth.
Rose 20 Thn shy village girl.
Anuar 35 Thn Pembimbing Lecturer.
Dll.


I scenes. Noon. Campus. Exterior.
PLAYERS: STUDENTS led DAS Be prepared to BERNAGKAT REGION TO WORK FOR INTANGIBLE the Task WITH POPULATION rural areas.

Das: What are all of whom, Rat?
Ratna: Siiip!
Das: Check out the truth. But I do not see Todo? Where he?
Ratna: Todo? But Todokan still three semester?
Das: He is not joining us KKN. But we memenfaatkan car. Where he?
Sin, Husin! Todo kau liat nggak?
Husin: Todo earlier in the same canteen Upik.
Das: You call quickly! We already want to leave!
Husin: You're only a call. I want to be abe first. Already nyesak this ....
Ratna: No need to be called. That they come .... Cut TO:

Scene II .. Noon. Exterior.
STUDENTS entourage leave. Cut TO:

III scene. Noon. Exterior.
Entourage TO PLACE TO PURPOSE. DAS-MEN CHECK
Busy ANGGOTANYA.YANG take-GOODS GOODS ARE
PEOPLE take. PURPOSE IN PLACE. PEOPLE greeted YOUTH
Local.



Scene IV. Night. INTERIOR. HOUSE MOTHER MAWAR Simple.
ANWAR PAK lecturers deliver the Ratna AND UPIK.
BU IN PLACE AND MAWAR This is the Ratna UPIK DITITIPKAN
Because BU MAWAR HAVE girls of the YG
WITH AND UPIK Ratna.

Mother Rose: But we thus place.
Anuar: Who here is what they must biasakan, Bu. During their
assigned here, the mother of it as their own child's mother.
Do not shrink from the mother told them to wash the dishes, cooking ....
Mother: Taklah until we may be ordered to-order, Pak. Seganlah us ...
Upik: For us here, it is our children's mother ...
Gem: Yes, Bu ... We are children of the city. But if there is no village, no
the food we ...
Anuar: So so, Bu. I ask permission first. My house to the Village Head Pak
first.
Bu Roses: the stay at home, Mr. Head is the village of Pak Guru?
Anuar: There are three people. If later there is nothing, and Ratna Upik can
Das berhubunganh with the village chief's house.
Upik: Who-who is there, Sir?
Anuar: That is the check to Mr. rumag village heads. So excuse me, Bu.
Bu Roses: Roses! Where to drink Pak Guru?
Anuar: Already, Bu. Regardless. How quickly I ....

Appears MAWAR Takes BEVERAGES.

Roses: Drink first Pak .... It is Mawar make coffee for you ....
Bu Roses: Iya Pak Guru. Drink first. Coffee plant that made Rose
This, Pak ...
Anuar: (Mr. Anuar not so go away. Return to sit and drink, gulp)
Cut TO:

5 scenes. Noon. Exterior.
PLAYERS: TODO, UPIK.

Medium UPIK enjoy the seaside YANG INDAH.

6 scenes. TODO Medium Given the UPIK alone. TODO NYELINAP sneak-DI BALIK trees.

7 scenes. Upik unwittingly, he continues to run near Todo hiding behind a tree. Upik so close, Todo menngkap hands pik. Upik surprised and scream.

Upik: Todo! Do not! Release!
Todo: (Upik has interesting hands, and want menciumnya)
Upik: (keep struggling and try to release the grip Todo) Cut TO:

8 scenes. Exterior. Noon. HOME PAGE HEAD IN THE VILLAGE.

Ratna and his friends are preparing their real work with local people. Ratna try explaining to the young and the young woman how important rural culture in modern plants.

Ratna: We do not stand with the more traditional pattern of planting. Two days in this village,
we note the irrigation system is still very traditional. In the case does not
how far from the rice field soil have the actual flow of the river can be
utilized to irrigate rice fields are.

Das: What kak Ratna said earlier it properly. Today we will try
menembuskan water from the river .... Untyuk mewujutkan this work,
we hope, brother-brother, brother-brother and fathers can help work
the light is not .... What's the father, mother and brother all ready to help?

Simultaneously: We are all ready!

(The students praised the plan). Cut TO: 7 scenes.

BACK TO UPIK scenes and TODO.

Upik: Gila you Todo! (Todo Mentekkan hands with loud) Do you think I am this woman cheap! Do not you identify me with other women who ever you do as your heart!

Todo: I love you Upik.
Upik: What? Love? Heh, I just know who you was.
Todo: Yes. Yes. What if one kaupun also needed.
Upik: Do you think I am unlucky that every time you can just use you like?
Todo: Akukan not force Upik ...
Upik: No force?
Todo: Akukan only interesting hand. If you do not need it does not.
I will search the other.
Upik: I will report everything to the head!
Todo: What? You want to report on the leaders? Report it if you dare! I do not
scared! (Meningalkan Upik own)
Upik: (Malu in the act that has been Todo melecehkannya. Upik crying)
Cut To:
9 scenes. Noon. Exterior.

Ratna direct MASIH DAS AND YOUTH VILLAGE. DAS CONTINUOUS provide. While DAS MAKE landing, Ratna Sadar BECAUSE do not see UPIK ITU is in place.

Near Ratna MAWAR.

Ratna: (whisper) Mawar, liat Upik?
Rose: Yes yes, kak. Dating from the earlier we do not see Rose kak
Upik in this place ....
Ratna: Where nyasarnya the child? At home earlier Upik kan equally we
discharge ....
Roses: kak Upik indeed ahead of us, kak ....
Ratna: He is not what the Roses?
Rose: He would like to breathe the cool morning air, kak ....
Gem: If he so surely to the beach .... Mawar, yuk temani sister to the beach ..
Roses: Sebenatr, kak. Mawar permission first as head of the group ....
(Roses whisper while saying something to the women who
sit in disebelahnya. She nod her head while-anggukkan look kea rah Ratna. Ratna menganggukkan his head with a smile. While beringsut-isngsut so do not leave the place until ketara lectures, Rose continues to approach the meantime Ratna)
Ratna AND MAWAR slow-LEHAN avoid meeting place. While DAS MAKE CONTINUOUS briefing.
Cut TO:

10 scenes. Exterior. Noon. Seaside.

Ratna Medium Browsing MAWAR AND BEACH. The distance in UPIK Medium DUDUK alone DISEBATANG fallen tree. MAWAR ran Ratna AND KEEP UP THE UPIK Medium crying.

Ratna: What. Pik? What?
Upik: (air dry eyes and pretend there is no incident whatsoever) Ti -
there is nothing ... I am sorry, Rat .... I have to forget the task at karenakan too dazzled with the natural beauty of this seaside ....
Ratna: What's with you actually, Pik?
Upik: No problem, rat .... ... Trust.
Gem: Then why are you crying?
Rose: What kak Upik homesick father and mother in the city?
Ratna: Yes, Pik, what are you longing to the same two parents to you?
Upik: No, Rat ....




11 scenes. Exterior. Noon.

TODO appear. TODO surprised at UPIK ADA IN PLACE AND MAWAR Ratna. TODO would trigger pull BUT seen by Ratna. Viewing TODO ADA IS IN PLACE, Ratna Feeling TAK ADA YANG wrong with TODO.

Ratna: Pik, what bother you in Todo?
Roses: kak, Todo it just does not participate with KKN sister?
Ratna: Yes. He only helped deliver the car to this place.
That consequently he does not live with the other students. Todo asleep in the car ...
Roses: the night that he disrupt Rose, kak ....
Ratna: diganggunya Roses?
Rose: But never, kak ... ..
Ratna: Pik, you do not have the hide. Describe. Todo already less
ajat same to you huh?

Upik: (cry while enclasp Ratna)
Gem: never. Todo if you interrupt, we need to give Das
Das know because that invites us to come with Todo. Now let
we go home. This we have to la; porkan on Das.

Upik: useless to report on Das, Rat ....
Ratna: Why?
Upik: Das is close friend. Karibnya friends. Das Todo and three quarter
money ....
Ratna: But this is a left bias, Pik. Roses are her only try.
If kekurang ajarannya until uncontrollable and Todo nekad
bertinda away, ashamed of us all, Pik .... If the head of Mr.
Village, and we are all embarrassed!
Roses: Genesis is to be repeated, kak ... ..
Ratna: Fortunately kedurjanaan the malefactor we know that fast. If not,
we are all potential embarrassment in this kampong. How in the place where the faces
we? You wait here, I'd like to meet Todo!
Upik: Already, Rat, do not need.
Ratna: Roses, temani kak Upik .... Let the scoundrel sister Hajar! Create a shame
only!
Upik: Already Rat, do not! Leave him alone!

Ratna PERDULU TAK. Ratna pursue TODO alone.

12 scenes. EKSTERIOR.SIANG.

Ratna CONTINUOUS hunt TODO WITHOUT THE CONTINUOUS MENJAUH care Ratna WITH CALLS TO THE MENGEJARNYA.CUT:
13 scenes. Exterior. Noon. TERAS VILLAGE HOUSE HEAD.

Das and his friends, Anto, Urip, Basri and Nita Upik discuss that do not attend the meeting. The Village Head worry it happens that is not desired on Upik.

Anto: Please contact Ratna.
Das: I Hapenya active.
Basri: Todo?
Das: Todo Earlier tonight I encountered in the room. Todo no stories about Upik.
Basri: Then I get home to check their foster mother.
Anto: Let me alone.
Das: You're here alone, more To.Sebentar children gathered. Ajari children computer.
Let me just the same Basri to house foster mother Ratna and Upik ....
Nita: I join.
Das: Nggak need. You temani Anto introduce computer on children ...
Nita: Oops! Why not just ... Basri Basri more advanced in computer ...
Das: With diligent attention to kaupun later akan advanced, Nita.
Nita: Iiih! All-all I am. All-all I am! Continue to be in
the same place very menjenuhkan. Bored!
Das: Sabar. Turn examine the fishermen returned to sea tomorrow I am on to you that
memimpinnya.
Nita: That is correct you, Das!
Das: Suer!
Nita: Beware if you prevaricate!
Das: Yuk!

DAS AND Basri leave Nita AND ANTO. Children who want learned the computer came. Viewing CHILDREN SUDAH DATANG, Nita EKSPRESINYA alter the grim Earlier, CHILDREN TO APPLY VERY RAMAH ONCE.

Ninta: Alhamdulillah .... You have to attend. This afternoon we learn what?
Anak2: (in unison). Learning kumputer, kak ...
Nita: Good.
Anto: They have lunch?
Anak2: (in unison) Already, Pak!
Anto: Hus! Do not call the father. Call brother.
Nita: (Anto laugh) That is the consequence if the face of much older age
actually.
Anto: marvel indeed. Everywhere I called the father. Not only children, but
all the people I met that I memnggil father .... What tampangku show
lecturers perhaps ya?.
Nita: never in unnecessary criticism. Ayuk children we all rise ... ..

Nita drill CHILDREN. NAIK items THEM TO HEAD HOME VILLAGE. Nita MEMPERSILAHKAN ANTO first NAIK. Mr. village heads appear from the pages.

K. Village: Sorry bud Nita. Briefly.
Nita: Oh, Pak Kades. What have ya, Pak?
K. Village: Here Nita Nak ... .. But I ashamed to say this to ... ...
Nita: I have to be ashamed, pak. Say it.
K. Village: Here ... .. (Malu-mlu)-What ... what can I participate in learning computer ...
Nita: Yes, of course, can Pak Kades. Monggo Pak. Father as head of the village also
must be able to operate the computer.
K. Village: What ya no shame?
Nita: To claim that science should not be ashamed, Pak Kades. Only people in the city of se -
age of many fathers who do not know computer. That earlier pact. Because shame is old
to learn computer ... Please, Sir ... ..

K. Village: Thank you Nita Nak ... .. (follow children ascend) Cut TO:

14 scenes. Exterior. Noon. Seaside.

RONGGUR, YAKOB AND EMON correct Yarn provoked the tousled. EMON THAT HELP mute YAKOB. EMON cool tells WITH USING SIGN LANGUAGE TO YAKOB. EMON told WOMEN met with well-CANTIK Sexy CITY OF YNG DATANG.

Yakob: That is correct you, Mon. When pulak kau bejumpa same beautiful woman
coming from the city.
Emon: Uuuh! I pcaya Au ...
Ronggur: Yes that is dibilangnya .... Now it is many students KKN
in our kampong.
Yakob: Si Emon is the most quickly get the information.
Ronggur: How you know, Kob?
Yakob: From remote nampakku only time they come .... Aaah, here's how
install the bait, Gur! Pmberat bait and not much time distance.
Ronggur: (rod cast into the sea). If you can not also, this evening
I also returned to Medan.
Emon: What! Pull! (Voters nasal)
Ronggur: Please Help me Kob! Big fish! Heavy!
Yakob: Weight? Fish besarlah it! (Helping Ronggur) Hebat This Gur! Heavy
time!

YAKOB AND RONGGUR shoulder shoulder Yarn interesting rod. Once TANGAN TO TO THEM, FROM THE AIR IN KAIL concerning RONGGUR SEPATU AND BOTOT waste.

YAKOB shriek. EMON prance.

Yakob: It is I says, not many here ikannya. A lot of waste.
Ronggur: Mon, beginning tomorrow the same people do not dispose of all waste
recklessly to the sea. If you see that throw to sampahnya
sea, catching!
Emon: Beeres, Bos!
Yakob: Now, whether we like these boots?
Emon: (pouring water on the shoes. From the jump shoes
fish sembilang). Fish! Fish !.....
Ronggur: What, Mon? What? Fish? Kob correct! Fish! In these boots have
ikannya! Success! Success! My less Kob!
Yakob: Ah; kicik! After all fish that you can not eat the fish
bait. So invalid!
Ronggur: Can I pedulu that. I am not that important so I went home and win.
You lose! Iyakan, Mon?
Emon: Acece ... ..

KEMERIAHAN RONGGUR, YAKOB AND EMON lost. ATTENTION PEOPLE forth toward the thicket KECIL TAK STREET FAR FROM THEM fishing.

O.S Ratna: You do not slander menebar Todo!
O.S Todo: I do not slander! Upik who invites me!

RONGGUR, YAKOB AND EMON hiding. Ratna TODO Appears TAK AND FAR FROM THE PEOPLE hiding.

Ratna: Upik already told us all kejadiannya.
Todo: Upik story apparently what?
Ratna: No need to explain because I know you sendiripun. Before the story
This spread to the village head, the friends of others, both
you go home first to Medan Todo ...
Todo: How would not return to the Ratna matters to you!
Ratna: Stay in business so I am!
Todo: Das as the troupe leader told me not to go home.
Gem: Das Of course you stand the same. Kaukan friends.
Todo: never Rat. We were newcomers. Equally kesepian.Sama
need to think how quiet we can hambuskan from
in ourselves.
Ratna: Todo you rotter! Do not you identify with the women-I
women who are easy kelabui you! I wonder. You have a younger brother
women, eh?
Todo: That you do not need to know.

INZET: RONGGUR, YAKOB listen. EMON TERPELONGOH BECAUSE KNOW WHAT TAK actual Medium DITENGKARKAN Ratna AND TODO.

EMON MENGGUIT RONGGUR While Pointing towards Ratna. EMON MAKE TAHUKAN Ratna That CANTIK WOMEN ARE seen.

Pressing YAKOB KEPALA EMON order for EMON DO NOT lift his head TONGGI-HIGH. Cut TO:

Ratna: If you do not have the proper behavior of women younger brother on you
Upik up so gauche! Or at least what if things
the same people on the mother to you? What are you silent?
Membiarkannya?
Todo: My mother do not you take take-Rat!
Gem: Therefore Todo. Learn to respect women! Do not you
cemarkan honor our campus. Soon you will also be
do as we do this.
Todo: never, Rat! Old-old in a quiet birahiku this long-duration
can be ... Do not give the opportunity seitan in the head
to taste the plump body is ... (Try to get hold of waist
Ratna. Todo Ratna push hands)
Ratna: Do not be impudent, Todo!
Todo: Ratna .... Do not be hypocrite! If you do not need entertainment, to
I find what you're up to the edge of the beach is quiet? For what?
The TODO NEKAD. TODO tried to jump Ratna. BUT I LEBI Ratna sprightly stall.

See TODO SUDAH The brash ON Ratna, RONGGUR jump mediate.

Ronggur: Not here in the place to satisfy lust, fella!

TODO AND Ratna surprised.

Yakob: We hear all the talk mbak. Mbak correct.
Ronggur: Bung! You should be ashamed to treat their own friends!
Todo: Do not participate in the intervention! This private business!
Ronggur: Personal what? We own liat do you have on the termagant mbak
it. You equally from Medankan? Same lecture at the same unfersitas
the same right?
Todo: That is not matter to you!
Ronggur: What? I am not a business?


Yakob: Hey Bung! Everything we have heard! As a youth you do not
pantas said jackanapes on women. Mbak this right. If the
similar happens in your mother's self, not what offended you?
Todo: I have no dealings with you!
Ronggur: Hey, Bung! Do not mentang-mentang you already feel from Medan
great! I also lecture in Singapore. Do not you think there is no person in
kampong this study in Medan.
Yakob: Bung never, apologize ... this same Mbak.
Todo: What? Apologize? Quarrel between two lovers that is
normal.
Ratna: What? Lovers? Who are you sweetheart felon?
Todo: Ratna .... Do not you pojokkan I am in front of people that we do not
know who they are in fact .... Let me take you home to mother
lift .... (would hold hands Ratna)
Gem: (push hands Todo rough) Do not play back the incident Todo!
Ronggur: You are the person who apparently did not get embarrassed!
Yakob: Let me give a few lessons for this proud man Gur!
(Yakob to fly to tinjunya Todo chin. Recumbent Todo.)
Sorry Mbak. Brash arrogant person this must be given though he knew
taste!
Ronggur: To know you are, we are a village that you go
it. I am a student in Medan. This Yakob. This Emon. Just be grateful to you
we met with smth. Behavior only if you know this by the
youths kampong another, you pastir modar dihajar mass!
Yakob: If you're not happy, whenever I am ready to serve you! Now
kampong we leave you this! Pull you quickly!
(Menarikkan rough hands Todo)
Ronggut: introduce, I Ronggur.
Ratna: Ratna. Thank you. If you do not have, I do not know whether what
akan's going on myself.
Ronggur: All this has been set by the omniscient power. If only I did not
Mak went home to see the sick, of course we will never meet.
Ratna Dik Come, let us take Ratna Dik returned home to mother
Ratna lift .... Ratna who is placed in the house?
Gem: I Upik and in place at Rose's house.
Ronggur: the chance that Rose is my cousin. She is the younger brother Bu
venter father.
Ratna: If so, Rose is out Bang Ronggur not you?
Ronggur: the customary rules ... ... .. Let's.

Ratna RONGGUR herd. While YAKOB force EMON AND AND TODO rise kicking PANTATNYA order soon break it. TODO revenge.



15 scenes. Exterior. HOME HOME MAWAR.

Medium Cleaning MAWAR PAGE. Once the Ratna AND DATANG RONGGUR, MAWAR MENHENTIKAN work and about Ratna AND RONGGUR.

Roses: Bang Ronggur ruoanya. When older brother coming?
Ronggur: It is two days older brother here. Namboru Healthy Roses?
Roses: Healthy, Bang. Mak! O Mak! Bang Ronggur come!
Ronggur: never Roses. Regardless ... .. coincidence disturbed brother bejumpa same
Ratna earlier on the beach. How delivers sajanya Ratna's brother here.
Roses: bng Ronggur proud time now. Mentang-mentang ....
Ronggur: Not so Rose ..
Rose: If the older brother go first. Udah old brother did not stop in time ...

Mak appear in the GATE

Mak: Kaunya apparently Ronggur. Macamana lecture you. You finally graduate?
Ronggur: (Menyalam Mak) has been living in the graduation course Namboru.
Mak: When you're in the finals?
Ronggur: Month Namboru front.
Mak: Go. Mak piker who knows who came before ...
Ronggur I Namboru. Accidental bejumpa us on the beach earlier. So while
deliver Ratna layover la pulak me to here.
Mother: Rose, bikinkan first coffee for you brother.
Roses: Roses for Medium, Mak!
Mak: So already you know it seems long.
Gem: Not Makcik. New to earlier ... ..
Mak: iyah. I think the older you are bekawan ....
Ratna: No Makcik. ... Before a new acquaintance.
Mak: Sit you. Mak habituate first what is made of the Roses.
Long time he was making coffee.

Mak leave Ratna AND RONGGUR.

Ronggur: Enak KKN in this kampong Ratna's brother?
Ratna: That is, Bang .... KKN Abang here also?
Ronggur: No. Abang area Langkat time.

It comes two MAWAR Glass COFFEE IN tray KECIL.

Rose: I have friends parsnip fries kopinya Bang. His only bang
Ronggur, Rose has not yet been clever to make toast.
Ronggur: Ratna center itself. During the KKN here, the smart betambah
Mawar is satirical.

Rose: Drinking kak Ratna. If not start a sister, ashamed later Bang
Ronggur.
Ronggur: Why do you smile, smile? What is funny?
Rose: Not funny, Bang, but cocol la; I brotherly pair same kak Ratna.
Ronggur: What?
Roses: Bang Ronggur sharp. Kak Roses beautiful and sweet.
Ronggur: Ratna is listen. Already betambah kepintarannya during herd
same time. Words of the Rose is very dangerous.
Roses: macamana dangerous, Bang?
Ronggur: Bahayala! If heard later girlfriend kak Ratna, a danger of the same
Abang. Swelled head brother can not nanti.Betul Rat?
Ratna: Taklah to the Bang Ronggur ....
Rose: Yes, Ronggur bang. Kak Ratna still own. No assistants.
Ronggur: Yes that is spelled the Rose Rat?
Ratna: Yes you do not. Evidence already sekarangkan Ratna's brother dampingi
up to this house.
Roses: Roses are correct Kan says. Bang Ronggur and Ratna is kak
pair of very cocol. Pinang types in two pieces.

DAS comes suddenly. DAS rage so Viewing Ratna DUDUK RONGGUR WITH THAT IN KENALNYA TAK.

Das: Rat Who he?
Ratna: local youth. Introduce, Ronggur name, next month is in
graduation.
Das: How in the finals would like what I care. Gara-gara dia task you
leave ...
Ratna: gosh! New I remember!
Das: never. Upik task you are replacing. Now you follow me.
Ratna: Where?
Das: Take it first. Kemananya the later course.
Ratna: Mana Das so bias! I must know where our goal! I do not
Upik cases would recur again!
Das: Upik the other. He invites Todo, Todo difitnahnya the pulak.
Gem: What?
Das: Upik the underhanded!
Ratna: So you defend Todo?
Das: I do not defend Todo. I do not know Todo akan serendah it. Todo
the children are rich. Parents head the organization. Odds Todo
nekad do the work in tuduhkan Upik! Therefore now
you must also follow me Rat!
Ratna: I do not want! I want here with Ronggur!
Das: What?
Ronggur: Sorry brother. I would not meddle. But my own
see and hear directly about the people who say brother
earlier.
Das: Who brother mean?
Ronggur: Who, if not more to the brother mentioned earlier.
Ratna: Yang Bang Ronggur said this is correct, Das.

EMON AND YAKOB Appears

Yakob: What's this again?
Ronggur: I already have a brother who beat up a line. Kob,
tending already tell you where young people who want to do
termagant the same when we perogoki Ratna on the beach?
Yakob: So this friends?
Ratna: Das You hear yourself? All this trouble to you!
Das: Gara-gara me how?
Ratna: Gara-gara si Todo you take it, nearly Upik in lecehkannya!
Das: All Ratna is not true! Upik the slander that's it!
Ratna: Defamation also say to you? Upik not only the hndak he lecehkan Das.
Roses, and I also!
Ronggur: As a gang leader, you should not believe in quick
with what is in katakana is your friend. What is your friend
does not actually have anything of interest here. You should
beware! Not stand him!
Yakob: Bung! Our local youth. Do not think there is no brother of the young
kampong of our study is that to Medan. Ronggur this young
our kampong. Next month he was at graduation. Do not because you
KKN where we consider this to you all that we have in this village
dope-pated all!
Emon: Yes! If we do not turn off of you before ,,,,( celat)
Ronggur: Emon know where this course is good and what is not good. Wonder
me. You're already at the end I still defend the fellow who
clearly both the name mengahncurkan want you all in this place.

DAS halt. BUT DAS are not MENERIMA PEMJELASAN RONGGUR AND YAKOB.

Cut TO:

16 scenes. Exterior. UNDER trees. Noon.

TODO SOME PAY FOR YOUTH KAMPUNG across MEMBALASKAN DENDAMNYA TO RONGGUR AND YAKOB.

Todo: I want young people who called Ronggur and Yakob is dead!
Jamin: If death does not merely pay segini, Bos.
Oyong: Yes Bos. Ronggur it difficult defeated. Science silatnya high.
Todo: How you ask?
Oyong: Twenty million, Bos.
Todo: What? Twenty million? Crazy!
Jamin: If Bos not afford, so we made quite worried that it kampong Bos.
Todo: Itupun so. If you can kidnap a woman named Ratna
and Upik, later I added the three-fold from that which I give now.
Oyong: wrong, Bos!
Todo: Okay. I wait for tomorrow morning in this place.
Oyong: wrong, Bos.

TODO leaving OYONG AND Jamin.

Jamin: This section to you.
Oyong: What is this?
Jamin: Sepertiganyalah. I save the third again. We can equally
the third. Matches?
Oyong: Then what would we create?
Jamin: birdbrained you! Yes home sleeping ago!
Oyong: So to disturb the students who kakaen?
Jamin: For what we care about is suruhannya. Money is important that we
grasp. Extra-think its not necessary. It is important persekotnya
so we already owned.
Oyong: Yes yes also. Why we rusuhi. If the Ronggur discovered, so
belacan we dibuatnya. Then we went home alone, more comfortable Bedroom
again. Ha ha ha ....

Jamin AND OYONG cepat-cepat vague
Cut TO:

17 scenes. Exterior. Noon. AT HOME PONDOK NEAR SEA.

Ratna RONGGUR AND THE BEACH running sloping comb. EMON AND YAKOB Following from behind.

Ronggur: Kob, you find the location of fishing elsewhere. Do not follow our
Hold.
Yakob: Who are you to follow, Gur. We are fishing mamu
how to get there.
Emon: Yes. We really want that.
Ronggur: never. Kesanalah you. Let us sit here alone.
Ratna: What one Yakob and Emon follow our Ronggur Bang. If not
have them, we both live, so ... later slander.
Ronggur: Betul also says that it ... Ratna. Ratna's brother ... sorry.
Gem: After graduation in the elder brother is planning to seek employment in Singapore?
Ronggur: Not Ratna. Abang kembnali to this village. Abang akan subjugate themselves
brother to the village where the elder brother was born. Abang akan teaching in
secondary school that we saw earlier.
Ratna: Abang not feel lonely living in a very remote village of this?
Ronggur: Life is like elder brother scum that coral tree in the middle of the sea
Ratna. Quiet indeed. But the roaring waves that never stop
make this the heart feels very peaceful ... .. Moreover, if ...
Ratna: If what Ronggur Bang?
Ronggur: If you have a brother living flank ....
Gem: meaning elder brother's wife?
Ronggur: Yes. If it is the elder brother's wife is named Ratna dambakan, how
happy life ...
Ratna: What, Bang?
Ronggur: Since the first view of the beach with a almost Todo
Ratna harassing, brotherly love at first sight ...
Abang feel like scum of the coral tree is there ...
The pounding waves craze. Hair ANGIN coquet THAT TERGERAI Ratna. RONGGUR cast CENTRAL WOOD TO SEA. WOOD drift and fall CENTRAL TO THE vortex waves breaking foam WHITE-WHITE.

Ronggur: Ratna! (Shouting) Will you be staying with me and isteriku
in remote villages to dedicate this knowledge we can?
RONGGUR Hold Second Ratna shoulder. RONGGUR sharp gaze gaze penetrate MATA BOLA Ratna THAT sad.

Ronggur: Ratna, you would like to become isteriku?

Ratna squash face. LAMBAIKAN Tree NYIUR cue, the task STUDENTS HAVE BEEN IN THE VILLAGE BERAHIR.

Cut TO:

HEAD VILLAGE, MAWAR PARA YOUTH AND STUDENTS BY homecoming escort The HARU. Ratna MAWAR enclasp AND UPIK.

PAK ANUAR approach Mak.

PAK ANUAR: I will come again to this village, Mak ....
Mak: Mak wait.

Ronggur: Ratna, to meet in Medan. Do not forget. In the present day wisudaku!

RONGGUR MENYALAM Ratna we DUDUK ARE IN CAR.

Yakob: Pik! When you come to our village this?
Upik: Upik sure if the older brother came here to Medan meminangku!
Yakob: What?
Upik: Thank you all. I really love you all!
Yakob: Pik, I also really love you!

KENDERAAN bring CONTINUOUS entourage coast. MAWAR MENETESKAN AIR MATA.

EMON: I kak, do not nangis. Later came looking bang Nuar Minang
sister.
Rose: If you come, Mon. If not a sister who came ... shame
Emon: Yes ... also ya kak.
Cut TO:
TODO Appears DIUJUNG CAR STREET. TODO SENDIRI control. Stop the car in the TODO NEAR RONGGUR standing. TODO TURUN OF CAR.
Cut TO:
TODO RONGGUR stare in amazement. YAKOB approach RONGGUR.

YAKOB: How it all the more knave, Gur?
Ronggur: Entahlah. Because kelakuannya, none that want to come with him.
Yakob: If he was kind of him I Hajar!
TODO to RONGGUR AND YAKOB.

EMON take the cake SIAP HELP YAKOB case of scrimmage.

Yakob: What?
Todo: (hand over hand on the ronggur and Yakob) I am very sorry to
once ... ..
Yakob: why sorry?
Todo: On the case I do not charge sesenpun, but because sikapku,
I depravity, all membekot I .... I regret because it is too
allocates wealth my father ..
Ronggur: If you realize that baguslah. Do not we as parents
rich, have an important position, live in a luxury building, a lot of money, and
assume all women can be purchased.
Todo: Because it therefore I would like to apologize came together brother. Money
dikasi my father who is many. But here, a lot of money that
mindless. I can not buy everything with money.
Ronggur: You truly regret that you already do?
Todo: Oath dead Bang, I am very sorry to all. From here forward, I
will not repeat all the fad lakuku a very detrimental
it myself.
Yakob: Why do you suddenly regret? Not mock you are sorry for this?
Todo: No, Bang. I was not very licentious times as
students. I am ashamed as Ronggur Bang. Bang the Ronggur
that people of this village, but the course has been successful. Already graduated and
at graduation next month. But I, children of the city, is a fad lakuku
behavior that makes the father makku and ashamed if he knew that
actually ... ..
Ronggur: Abang happy to hear. Take all that into
lessons. You a good lecture. Pusatkan attention to you at the lecture.
Apologize to you the same Upik, Ratna and brother-brother all of you
kakaen it.
Yakob: Yes. You're sorry .... How are you?
Todo: Todo, Bang.
Yakob: Todo, apologize to you also as the Rose. Kan kau ganggu-ganggu juga
dia kan?
Todo : Iya, Bang….( Mendatangi Mawar) Maaf aku ya kak…Aku menyesal
karena sebagai mahasiswa aku tak dapat menunjukkan perangai yang
bagus sama kakak dan orang-orang di desa ini…
Ronggur : Sudahlah. Semua itu kami maafkan. Pulanglah. Nanti ketinggalan pulak
kau dsari rombongan. Ikuti saja mereka. Nanti di kampus, minta maaf
kau sama semua kawan-kawan kau itu.
Todo : Iya, Bang. Jadi permisilah aku ya Bang….
TODO NAIK KE MBILNYA. MOBIL TODO MELUNCUR LAJU MEMBURU MOBIL ROMBONGAN YANG SUDAH SEMAKIN JAUH.

ADEGAN 18. SIANG. INTERIOR. RUANG KULIAH.
RATNA, UPIK DAN YANG LAINNYA TAMPAK SEDANG MENEKUNI KULIAHNYA. CUT TO:

SEKELOMPOK MAHASISWA SEDANG ASIK BERDISKUSI. CUT TO:

ADA YANG MENGETIK SKRIPSI DI KOMPUTER. CUT TO:

MENDENGARKAN DOSEN MEMBERIKAN MATA KULIAH. CUT.

ADEGAN 19. SIANG. RUANG DOSEN MENGUJI MAHASISWA. RATNA SEDANG DI WAWABCARAI. CUT TO:

ADEGAN 20. SIANG. AULA.

RATNA DAN KAWAN-KAWANNYA DI WISUDA. SELESAI WISUDA, RATNA DAN TEMAN-TEMANNYA ASIK BERFOTO. DI KEJAUHAN, DI BAWAH POHON MAHONI, TAMPAK RONGGUR MEMPERHATIKAN. UPIK MENGGUIT RATNA. RONGGUR MENDATANGI RATNA DAN MEMBERI UCAPAN SELAMAT ATAS KEBERHASILAN RATNA.

SELESAI. 30 APRIL2009. DRH.
Diposkan oleh teater nasional medan di 00:09 0 komentar Link ke posting ini
Rabu, 2008 Mei 14
TEMU SASTRAWAN NAN 100 21 MAI 2008
Balai Bahasa mensponsori pertemuan akbar dengan para sastrawan se- Sumatera Utara di Hotel Madani Medan pada tanggal 21 Mai 2008 mendatang, tepatnya hari Rabu. Apa sebenarnya tujuan pertemuan itu? Menggeliat atau menggelindingkan ide-ide berilian buat para sastrawan yang belakangan ini seperti kehabisan nafas dikarenakan termakan usia dan kenyang pada proyek-proyek?

PERLUKAH ADA TEMU SASTRA RUMAH KERUMAH LAGI?

OMONG-OMONG SASTRA 2009

Menurut A.RahimQahhar ( Penyair dan Wartawan ), 17 Mai 2009 mendatang, setelah acara mengenang Herman KS di rumah Penyair Aldian Arifin pada tgl 12 April 20090 lalu, acara omong-omong sastra berlanjut ke rumah Saiful Hadi. Memang tokoh-tokoh omong-omong sastra telah banyak menghadap Khaliknya, seperti Awaludin Ahmad, An. Zaipah, HermanKS, Burhan Piliang (teater nasional medan) dan yang lainnya. Umur memang telah di tentukan batas duniaya. Semuanya pasti akan mengalaminya. Tapi selagi nafasdan tenaga masih ada,bekarya bagi para sastrawan merupakan keharusan. Lihat saja Ridwan Siregar, Z.Pangaduan Lubis, Aldian Arifin, Damiri Mahmud, A. Rahim Qahhar, Sori Siregar ( Adikkandung Ridwan Siregardi Jakarta) dan yang lainnya terus bekarya guna menyemarakkan bunga rampai dunia sastra Indonesia dimasing-masing tempatnya. Patah tumbuh hilang berganti. Yang tua pasti pergi namun yang muda terus tumbuh menyuburkan seni sastra,rupa, teater,musik dan multi media. Apa yang akan dibicarakan nanti dalam pertemuan yang muda tetap berharap akan ada yang diturunkan oleh para orang tua buat yang muda-muda. Kita tunggu hasilnya di rumah Saiful Hadi 17 Mai 2009 akan datang.
Diposkan oleh teater nasional medan di 20:50 0 komentar Link ke posting ini
SIAPA JURI LOMBA LKK.UNIMED?
PERLU ANDA SEMUA KETAHUI, JURI LOMBA TEATER LKK.UNIMED ADALAH DEDENGKOT TEATER MEDAN, D. RIFAI HARAHAP, YONDIK TANTO DAN SUYADI SAN. KEMAMPUAN MENILAI PARA JURI TAK DAPAT DIRAGUKAN KARENA MEREKA KAYA AKAN PENGALAMAN SEBAGI JURI DAN MENGGELUTI SENI AKTING.
Diposkan oleh teater nasional medan di 20:21 0 komentar Link ke posting ini
LKK. Hijau , Ungu dan Putih jagonya.
Lomba teater LKK.Unimed berahir. Pemenangnya telah diumumkan. LKK.Hijau dan Putih dengan naskah absurd eugine Ionesco, dengan pemeran Profesor berhasil menjadi pemain terbaik pria gaya Lkk.Unimed.
Diposkan oleh teater nasional medan di 20:21 0 komentar Link ke posting ini
festifal Teater LKK Unimed
Festifai Teater Pelajar dan Mahasiswa Lkk Unimed telah berahir. Lima sekolah setingkat SMA bneradu kebolehan akting di ajang lomba LKK.Unimed, dan berhasil sebagai pemenang adalah SMA Gajah Mada Medan dengan Sutradara Fauziah Noor,Spd dan naskah Maurits Segal yang di terjemahkan oleh Taguan Hardjo, raja cergam Indonesia 30 tahun silam, 'Penjaja Kereta Sorong'.
Diposkan oleh teater nasional medan di 20:21 0 komentar Link ke posting ini
Langgan: Entri (Atom)
Arsip Blog

* ▼ 2009 (1)
o ▼ April (1)
+ NASKAH TELEVISI

* ► 2008 (4)
o ► Mei (4)
+ TEMU SASTRAWAN NAN 100 21 MAI 2008
+ SIAPA JURI LOMBA LKK.UNIMED?
+ LKK. Hijau , Ungu dan Putih jagonya.
+ festifal Teater LKK Unimed

Mengenai Saya
Foto Saya

teater nasional medan
teater nasional medan di bentuk tahun1963,oleh lima pendawa, Burhan Piliang, SoriSiregar,MazwadAzham, Isqak.S dan Rusli Maha di Medan,Jalan Ketam dirumah komikus tersohor MedanTaguan Hardjo.Naskahyang sudah dipentaskan, Garis Pisah,JiwaTanahAir,Nafsu Di Bawah Pohon Elm,Rashomon, BahayaTembakau, Kapai-Kapai,Sedetik Bersama Tuhan,MaMaMaBaBaWa.....Raja Yang, Raja Raja dan Raja Hong Karya D. Rifai Harahap juga di pentaskan Teater Nasional di Gedung Kesenian tahun 1970 dan 1976.... Yang Pernah Singgah di Teater NasionalMedan : Djohan Arifin Nasution,Taguan Hardjo,Naswan Effendy,Yohaini Zahri, Lahmuddin Mane,Darwis Rifai Harahap,Syarif Siregar,N. Hairis, Buoy Hardjo(alm), Yan Amarni Lubis,Abdillah,AdninMunir, TetyMunte, Tatik Husin,Dahri Uhum Nasution, AliRohom,Z.PangaduanLubis,Aldian Arifin, Buyung Bizart, Amran Aziz,RianaSavitri, Nasir Lubis,Nasir Adjo, Damiri Koto, Amran SD, As.Atmadi, PohSeng, Ismuhas,Slamat Chairi(alm) Angkatan 2000 s/d 2008 Andi Mukla, Adek Darma, Apri, Rani.Cicie,Rahmah,Yeni Rahmad,Diski,Yuke,Rahmad,Jamal, Arief,Rangga, Akbar De Rifhara, Herif De Rifhara, Erlina Rosa, Putri Handayani,Idris Pasaribu,Kuntara DM, dan banyak lagiyang tak dapat disebutkan.....

Lihat profil lengkapku

TEATER PERLU BUAT PELAJAR
Teater seperti dianaktirikan ditiap mata pelajaran ekstra. Siswa yang berbakat, sering tidak menemukan guru yang benar-benar menyukai teater sebagai pelajaran ekstra mereka pada hari sabtu. Pada hal sekarang ini, teater sangat diperlukan siswa sebagai penunjang kemampuan berfikir dan percaya diri guna mertaih masa depan yang penuh tanda tanya.
Soekarno, priseden pertama republik ini, masa mudanya, selama di pembuangan, menghabiskan hari-hari terbelenggunya dengan menulis naskah sandiwara, menyutrdarai, main sebagai aktor, dan kahirnya menikah dengan primadona cantik gadis belia asal Bengkulu, yang kemudian kita kenal dengan nama Ibu Fatmawati......Teater!
Benarkah Teater membuat pelajar lalai pada pelajaran lain?
Tergantung siswa. Bila tihan cuma dijadikan untuk cari pacar, jelas latihan teater tidak ada manfaatnya buat siswa. Tapi bila latihan teater dijadikan sebagai alat mengenalkemampuan diri, teater sangat banyak manfaatnya bagi para siswa. Seperti penulis saksikandi auditorium Unimed tanggal 2 s/d 3 Mai 2009 lalu, betapa berkemampuannya para pelajar yang datang beraksi didepan penontonnya. Siapa tahu 10 tahun mendatang, salah seorang di antara siswa ada yang menjadi orang nomor satu di kota dimana para siswa tinggal, Bukankah Abdillah, mantan walikota Medan yang sekarang harus mempertanggung jawabkan semua dosanya sebagai walikota dulunya adalah siswa SMA Perguruan Sutomo Medan yang juga ikut festifal teater antar pelajar dizamannya? Ternyata harta tidakmenjamin manusia bahagia denganharta yang dicarinya. Itulah teater. Sebentarkita dapatmenjadiseorang hakim,ustad,polisi dan melakonkan peran sebagai seorang walikota yang di pecat karena di tuduh sebagai 'koruptor'. Itulah teater!
> swap


Contribute a better translation