TV Play
D. Rifai Harahap.
BUIH PUTIH MEMBURU KARANG
PARA PELAKU :
RATNA 22 THN. Disiplin, bertanggung jawab, ke-ibuan.
RONGGUR 23 TTHN Wibawa, nerjiwa pemimpin.
UPIK 22 THN Cantik, Seksi, supel dalam bergaul.
YAKOB 23 THN Humoris.
Emon 23 Thn Teman Yakob. Lugu.
Das 23 Thn Ganteng, Menganggap dirinya paling hebat. Suka iri.
Todo 23 Thn Ganteng, Brutal, suka ugal-ugala.
Ibu Mawar 45 Thn Ibu desa yg berpendidikan pas-pasan.
Mawar 20 Thn Gadis desa pemalu.
Anuar 35 Thn Dosen Pembimbing.
Dll.
ADEGAN I . SIANG. KAMPUS. EKSTERIOR.
PEMAIN : MAHASISWA YANG DIPIMPIN DAS BERSIAP-SIAP UNTUK BERNAGKAT KE DAERAH UNTUK MENUNAIKAN TUGAS KERJA NYATA BERSAMA PENDUDUK PEDESAAN.
Das : Apa semuanya sudah siapa, Rat ?
Ratna : Siiip!
Das : Cek yang benar. Tapi aku tidak meliat Todo? Mana dia?
Ratna : Todo? Tapi Todokan masih semester tiga?
Das : Dia bukan ikut kita kkn. Kita Cuma memenfaatkan mobilnya. Mana dia?
Sin, Husin! Kau liat Todo nggak ?
Husin : Todo di kantin tadi sama Upik.
Das : Kau panggil cepat! Kita sudah mau berangkat!
Husin : Kau sajalah yang memanggil. Aku mau be abe dulu. Sudah nyesak ini….
Ratna : Tak perlu dipanggil. Itu mereka datang….CUT TO:
ADEGAN II.. SIANG. EKSTERIOR.
ROMBONGAN MAHASISWA BERANGKAT. CUT TO:
ADEGAN III. SIANG. EKSTERIOR.
ROMBONGAN SAMPAI KE TEMPAT TUJUAN. DAS MEN-CEK
ANGGOTANYA.YANG SIBUK MENGURUSI BARANG-BARANG YANG
MEREKA BAWA. DI TEMPAT TUJUAN. MEREKA DISAMBUT PEMUDA
SETEMPAT.
ADEGAN IV. MALAM. INTERIOR. RUMAH SEDERHANA IBU MAWAR.
PAK ANWAR DOSEN PEMBIMBING MENGANTARKAN RATNA DAN UPIK.
DI TEMPAT BU MAWAR INILAH RATNA DAN UPIK DITITIPKAN
DIKARENAKAN BU MAWAR MEMPUNYAI ANAK GADIS YG SEBAYA
DENGAN RATNA DAN UPIK.
Ibu Mawar : Tapi beginilah tempat kami.
Anuar : Yang begini inilah yang harus mereka biasakan, Bu. Selama mereka di
tugaskan di sini, ibu anggaplah mereka ini sebagai anak ibu sendiri.
Jangan ibu segan menyuruh mereka mencuci piring, memasak….
Ibu : Taklah mungkin sampai kami suruh-suruh, Pak. Seganlah kami…
Upik : Selama kami di sini, anggaplah kami ini anak ibu…
Ratna : Iya , Bu…Kami memang anak kota. Tapi kalau tak ada desa, tak ada
makanan kami…
Anuar : Jadi begitulah, Bu. Saya permisi dulu. Saya ke rumah Pak Kepala Desa
dulu.
Bu Mawar : Yang menginap di rumah Bapak Kepala Desa berapa orang Pak Guru?
Anuar : Ada tiga orang. Kalau nanti ada apa-apa, Ratna dan Upik dapat
berhubunganh dengan Das di rumah kepala desa.
Upik : Siapa-siapa yang di sana, Pak?
Anuar : Itulah yang mau Bapak cek ke rumag kepala desa. Jadi saya permisi, Bu.
Bu Mawar : Mawar! Mana minuman untuk Pak Guru?
Anuar : Sudah, Bu. Tak usah. Mau cepat saya….
MAWAR MUNCUL MEMBAWA MINUMAN.
Mawar : Minumlah dulu Pak….Sudah Mawar buatkan kopi untuk Bapak….
Bu Mawar : Iya Pak Guru. Minum dulu. Kopi tanaman sendiri yang dibuat Mawar
ini, Pak…
Anuar : ( Pak Anuar tak jadi pergi. Kembali duduk dan meneguk minuman)
CUT TO:
ADEGAN 5. SIANG. EKSTERIOR.
PEMAIN : TODO, UPIK.
UPIK SEDANG MENIKMATI PEMANDANGAN TEPI PANTAI YANG INDAH.
ADEGAN 6. TODO SEDANG MEMPERHATIKAN UPIK YANG SENDIRIAN. TODO MENYELINAP-NYELINAP DI BALIK PEPOHONAN.
ADEGAN 7. Tanpa disadari Upik, ia terus berjalan mendekati Todo yang bersembunyi di balik pohon. Begitu Upik dekat, Todo menngkap tangan pik. Upik terkejut dan menjerit.
Upik : Todo! Jangan! Lepaskan!
Todo : (Terus menarik tangan Upik, dan hendak menciumnya)
Upik : ( Meronta dan berusaha melepaskan pegangan Todo) CUT TO:
ADEGAN 8. EKSTERIOR. SIANG. DI HALAMAN RUMAH KEPALA DESA.
Ratna dan teman-temannya sedang menyiapkan kerja nyata mereka dengan penduduk setempat. Ratna coba menjelaskan kepada para pemuda dan pemudi desa betapa pentingnya mengolah tanaman secara modern.
Ratna : Kita jangan lagi bertahan dengan pola tanam tradisonal. Dua hari di desa ini,
kami perhatikan system pengairan masih sangat tradisonal sekali. Pada hal tidak
berapa jauh dari lahan persawahan ada aliran sungai yang sebenarnya dapat kita
manfaatkan untuk mengairi sawah-sawah yang ada.
Das : Apa yang dikatakan Kak Ratna tadi memang benar. Hari ini kita akan coba
menembuskan air dari aliran sungai yang ada….Untyuk mewujutkan kerja ini,
kami berharap, abang-abang, adik-adik dan bapak-bapak dapat membantu kerja
yang tidak ringan ini….Apa bapak,ibu dan saudara sekalian siap membantu?
SERENTAK : Kami semuanya siap !
( Orang-orang memuji rencana mahasiswa ). CUT TO: ADEGAN 7.
KEMBALI KE ADEGAN UPIK DAN TODO.
Upik : Gila kau Todo! ( Mentekkan tangan Todo dengan keras) Apa kau kira aku ini perempuan murahan! Jangan kau samakan aku dengan perempuan-perempuan lain yang pernah kau perbuat sesuka hatimu!
Todo : Aku mencintai kau Upik.
Upik : Apa? Cinta ? Heh!Aku cukup kenal siapa kau sebenarnya.
Todo : Ya. Ya. Apa salahnya kalau kaupun juga membutuhkannya.
Upik : Apa kau kira aku lacur yang setiap saat boleh saja kau pergunakan kau suka?
Todo : Akukan tidak memaksa Upik…
Upik : Tidak memaksa?
Todo : Akukan cuma menarik tanganmu. Kalau kau belum memerlukannya tidak apa.
Aku akan cari yang lain.
Upik : Aku akan laporkan semuanya kepada pimpinan!
Todo : Apa? Kau mau melapor pada pimpinan? Laporkan kalau kau berani! Aku tidak
takut! ( Meningalkan Upik sendiri)
Upik : ( Malu pada perbuatan Todo yang telah melecehkannya. Upik menangis)
CUT To:
ADEGAN 9. SIANG. EKSTERIOR.
RATNA DAN DAS MASIH MENGARAHKAN PEMUDA DESA. DAS TERUS MEMBERIKAN PENGARAHAN. SEMENTARA DAS MEMBERIKAN ARAHAN, RATNA SADAR KARENA TIDAK MELIHAT UPIK BERADA DI TEMPAT ITU.
RATNA MENDEKATI MAWAR.
RATNA : (Berbisik) Mawar, liat Upik?
Mawar : Iya ya, Kak. Dari kita dating tadi Mawar memang tidak melihat Kak
Upik di tempat ini….
Ratna : Kemana nyasarnya anak itu ? Di rumah tadi Upik kan sama-sama kita
keluarnya….
Mawar : Kak Upik memang duluan keluar dari kita, Kak….
Ratna : Dia nggak bilang apa-apa sama Mawar ?
Mawar : Katanya mau menghirup udara pagi yang sejuk, Kak….
Ratna : Kalau begitu pasti dia ke pantai….Mawar, yuk temani Kakak ke pantai..
Mawar : Sebenatr, kak. Mawar permisi dulu sama ketua kelompok….
( Mawar mengatakan sesuatu sambil berbisik kepada perempuan yang
duduk di disebelahnya. Perempuan itu mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memandang kea rah Ratna. Ratna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Sambil beringsut-isngsut agar jangan sampai ketara meninggalkan tempat ceramah, Mawar terus mendekati Ratna yang menunggunya )
RATNA DAN MAWAR PERLAHAN-LEHAN MENJAUHI TEMPAT PERTEMUAN. SEMENTARA DAS TERUS MEMBERI PENGARAHAN.
CUT TO:
ADEGAN 10. EKSTERIOR. SIANG. TEPI PANTAI.
RATNA DAN MAWAR SEDANG MENELUSURI PANTAI. DI KEJAUHAN TAMPAK UPIK SEDANG DUDUK MENYENDIRI DISEBATANG POHON TUMBANG. RATNA DAN MAWAR BERLARI MENDAPATKAN UPIK YANG SEDANG MENANGIS.
RATNA : Ada apa. Pik? Ada apa?
Upik : ( Melap air matanya dan berpura-pura tidak ada kejadian apa-apa) Ti-
tidak ada apa-apa…Maafkan aku, Rat….Aku sampai lupa pada tugas di karenakan terlalu terpesona dengan keindahan alam tepi laut ini….
Ratna : Ada apa dengan kau sebenarnya, Pik?
Upik : Tidak ada apa-apa, rat….Percayalah….
Ratna : Lalu kenapa kau menangis?
Mawar : Apa kak Upik rindu pada ayah dan mak di kota?
Ratna : Iya, Pik, apa kau rindu sama ke dua orang tua kau?
Upik : Tidak, Rat….
ADEGAN 11. EKSTERIOR. SIANG.
TODO MUNCUL. TODO TERKEJUT MELIHAT DI TEMPAT UPIK ADA RATNA DAN MAWAR. TODO HENDAK MENGHINDAR TAPI KEBURU TERLIHAT OLEH RATNA. MELIHAT TODO ADA DI TEMPAT ITU, RATNA MERASA ADA YANG TAK BERES DENGAN TODO.
RATNA : Pik, apa kau di ganggu Todo?
Mawar : Kak, Todo itu kan tidak ikut kkn bersama kakak?
Ratna : Iya. Dia hanya membantu mengantarkan dengan mobilnya ke tempat ini.
Itu makanya dia tidak tinggal bersama mahasiswa yang lain. Todo tidur di mobilnya…
Mawar : Semalam dia itulah yang menganggu Mawar, kak….
Ratna : Mawar diganggunya?
Mawar : Tapi sudahlah, Kak…..
Ratna : Pik, jangan ada yang kau sembunyikan. Ceritakan. Todo sudah kurang
ajat sama kau kan?
Upik : ( Menangis sambil memeluk Ratna )
Ratna : Sudahlah. Kalau memang Todo mengganggu kau, Das perlu kita beri
tahu karena Das yang mengajak Todo ikut dengan kita. Sekarang mari
kita pulang. Kejadian ini harus kita la;porkan pada Das.
Upik : Percuma melaporkannya pada Das, Rat….
Ratna : Kenapa ?
Upik : Das itu teman dekatnya. Sahabat karibnya. Das dan Todo setali tiga
uang….
Ratna : Tapi hal ini nggak bias dibiarkan, Pik. Mawar saja sudah dia coba-coba.
Kalau kekurang ajarannya itu sampai tak terkendali dan Todo nekad
bertinda jauh, yang malu kita semua, Pik….Kalau sampai Bapak Kepala
Desa tahu, kita semua malu!
Mawar : Kejadian ini jangan sampai berulang , Kak…..
Ratna : Untunglah kedurjanaan si bangsat itu cepat kita ketahui. Kalau tidak,
kita semua bakalan malu di kampong ini. Mau di letakkan dimana muka
kita? Kalian tunggu di sini, aku mau menemui Todo!
Upik : Sudah, Rat, nggak usah.
Ratna : Mawar, temani Kak Upik….Biar kakak hajar bajingan itu! Buat malu
saja!
Upik : Sudah Rat, jangan! Biarkan saja dia!
RATNA TAK PERDULU. RATNA MENGEJAR TODO SENDIRIAN.
ADEGAN 12. EKSTERIOR.SIANG.
RATNA TERUS MEMBURU TODO YANG TERUS MENJAUH TANPA PERDULI DENGAN PANGGILAN RATNA YANG MENGEJARNYA.CUT TO:
ADEGAN 13. EKSTERIOR. SIANG. TERAS RUMAH KEPALA DESA.
Das dan teman-temannya, Anto, Urip, Basri dan Nita membicarakan Upik yang tak menghadiri pertemuan. Kepala Desa kuatir terjadi hal yang tak diinginkan pada Upik.
Anto : Coba hubungi Ratna.
Das : Hapenya nggak aktif.
Basri : Todo?
Das : Tadi malam Todo menemui aku di kamar. Todo tak ada cerita tentang Upik.
Basri : Kalau begitu biar aku cek ke rumah ibu angkat mereka.
Anto : Biar aku saja.
Das : Kau di sini saja,To.Sebentar lagi anak-anak kumpul. Ajari anak-anak computer.
Biar aku sama Basri saja ke rumah ibu angkat Ratna dan Upik….
Nita : Aku ikut.
Das : Nggak usah. Kau temani Anto mengenalkan computer pada anak-anak…
Nita : Aduh! Kenapa tidak Basri saja… Basri lebih mahir di computer…
Das : Dengan rajin memperhatikan kaupun nanti akan mahir, Nita.
Nita : Iiih! Semua-semuanya aku. Semua-semuanya aku! Terus menerus berada di
tempat yang sama sangat menjenuhkan. Bosan!
Das : Sabar. Giliran meneliti nelayan pulang melaut besok aku percayakan kau yang
memimpinnya.
Nita : Yang betul kau, Das!
Das : Suer!
Nita : Awas kalau kau bohong!
Das : Yuk !
DAS DAN BASRI MENINGGALKAN NITA DAN ANTO. ANAK-ANAK YANG HENDAK MENGIKUTI PELAJARAN KOMPUTER BERDATANGAN. MELIHAT ANAK-ANAK SUDAH DATANG, NITA MERUBAH EKSPRESINYA YANG TADI CEMBERUT, KEPADA ANAK-ANAK BERLAKU SANGAT RAMAH SEKALI.
Ninta : Alhamdulillah….Kalian sudah hadir. Siang ini kita belajar apa?
Anak2 : ( Serentak). Belajar kumputer, Kak…
Nita : Bagus.
Anto : Semuanya sudah makan siang?
Anak2 : ( Serentak) Sudah,Pak!
Anto : Hus! Jangan panggil bapak. Panggil abang.
Nita : ( Mengetawai Anto) Itulah akibatnya kalau wajah jauh lebih tua dari usia yang
sebenarnya.
Anto : Heran memang. Dimana-mana aku dipanggil bapak. Tidak anak-anak saja, tapi
semua orang yang aku temui memnggil aku bapak….Apa tampangku tampang
dosen barangkali ya?.
Nita : Sudahlah tak perlu di bahas. Ayuk anak-anak kita semuanya naik…..
NITA MEMBARISKAN ANAK-ANAK. SATU PERSATU MEREKA NAIK KE RUMAH KEPALA DESA. NITA MEMPERSILAHKAN ANTO LEBIH DULU NAIK. Bapak kepala desa muncul dari halaman.
K.Desa : Maaf nak Nita. Sebentar.
Nita : Oh, Pak Kades. Ada apa ya, Pak?
K.Desa: Begini Nak Nita…..Tapi saya malu ini untuk mengatakannya……
Nita : Kenapa mesti malu, pak. Katakan saja.
K.Desa : Begini…..(Malu-mlu) Apa-apa…saya boleh ikut belajar computer…
Nita : Ya tentu saja boleh Pak Kades. Monggo Pak. Sebagai kepala desa bapak juga
harus dapat mengoperasikan computer.
K.Desa: Apa ndak malu ya?
Nita : Untuk menuntut ilmu itu nggak perlu malu, Pak Kades. Di kota saja orang se-
usia bapak banyak yang tak tahu computer. Itu tadi pak. Karena sudah tua malu
untuk belajar computer…Silahkan, Pak…..
K.Desa: Terima kasih Nak Nita…..(ikut anak-anak naik ) CUT TO:
ADEGAN 14. EKSTERIOR. SIANG. TEPI PANTAI.
RONGGUR , YAKOB DAN EMON MEMBETULKAN BENANG PANCING YANG KUSUT. EMON YANG TUNA WICARA MEMBANTU YAKOB. EMON ASIK BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA ISYARAT PADA YAKOB. EMON MENCERITAKAN BERTEMU DENGAN PEREMPUAN CANTIK BERTUBUH SEKSI YNG DATANG DARI KOTA.
Yakob : Yang betul kau, Mon. Kapan pulak kau bejumpa sama perempuan cantik
yang datang dari kota itu.
Emon : Uuuh! Au nggak pcaya…
Ronggur : Betul yang dibilangnya itu….Sekarang ini sedang ramai mahasiswa kkn
di kampong kita ini.
Yakob : Si Emon ini memang paling cepat mendapat informasi.
Ronggur : Ada yang kau kenal, Kob?
Yakob : Dari jauh saja nampakku waktu mereka datang….Aaah, begini caranya
memasang umpan, Gur! Umpan dan pmberat jangan jauh kali jaraknya.
Ronggur : ( Melemparkan pancing ke tengah laut).Kalau tak dapat juga, petang ini
juga pulang aku ke Medan.
Emon : Ada! Tarik! ( Suara sengau )
Ronggur : Tolong Bantu aku Kob! Ikan besar! Berat!
Yakob : Berat? Ikan besarlah itu! ( Membantu Ronggur) Hebat ini, Gur! Berat
kali!
YAKOB DAN RONGGUR BAHU MEMBAHU MENARIK BENANG PANCING. BEGITU SAMPAI KE TANGAN MEREKA, DARI DALAM AIR YANG MENYANGKUT DI KAIL RONGGUR SEPATU BOTOT DAN SAMPAH.
YAKOB KETAWA TERBAHAK-BAHAK. EMON MELOMPAT-LOMPAT KEGIRANGAN.
Yakob : Sudah aku bilang, di sini tak banyak ikannya. Yang banyak sampah.
Ronggur : Mon, mulai besok bilang sama semua orang jangan membuang sampah
sembarangan ke laut. Kalau ada yang kau lihat membuang sampahnya ke
laut, tangkap!
Emon : Beeres, Bos!
Yakob : Sekarang mau kita apakan sepatu bot ini?
Emon : (Menuangkan air yang ada di dalam sepatu. Dari dalam sepatu melompat
ikan sembilang). Ikan! Ikan!.....
Ronggur : Apa, Mon? Apa? Ikan? Betul Kob! Ikan! Dalam sepatu bot ini ada
ikannya! Berhasil! Berhasil! Ku kalah Kob!
Yakob : Ah; kicik! Lagi pula ikan yang kau dapat bukan ikan yang memakan
umpan. Jadi tak sah!
Ronggur : Mana pedulu aku itu. Yang penting aku tak jadi pulang dan aku menang.
Kau kalah! Iyakan, Mon!?
Emon : Acece…..
KEMERIAHAN RONGGUR, YAKOB DAN EMON TERPUTUS. PERHATIAN MEREKA TERCURAH KE ARAH SEMAK-SEMAK JALAN KECIL TAK JAUH DARI MEREKA MEMANCING.
O.S RATNA : Kau jangan menebar fitnah Todo!
O.S Todo : Aku tidak memfitnah! Upik yang mengajak aku!
RONGGUR, YAKOB DAN EMON BERSEMBUNYI. RATNA DAN TODO MUNCUL TAK JAUH DARI TEMPAT MEREKA BERSEMBUNYI.
Ratna : Upik sudah menceritakan semua kejadiannya pada kami.
Todo : Upik cerita apa rupanya?
Ratna : Tak perlu lagi aku jelaskan karena kau sendiripun tahu. Sebelum cerita
ini tersebar sampai ke kepala desa, pada teman-teman yang lain, baik
kau pulang lebih dulu ke Medan Todo…
Todo : Mau pulang mau tidak itu bukan urusan kau Ratna!
Ratna : Tetap jadi urusan aku!
Todo : Das saja yang sebagai pimpinan rombongan tidak menyuruh aku pulang.
Ratna : Tentu saja Das berpihak sama kau. Kaukan kawannya.
Todo : Sudahlah Rat. Kita sama-sama pendatang. Sama-sama kesepian.Sama
membutuhkan bagaimana supaya rasa sepi dapat kita hambuskan dari
dalam diri kita.
Ratna : Bangsat kau Todo! Jangan kau samakan aku dengan perempuan-
perempuan yang gampang kau kelabui! Heran aku. Kau punya adik
perempuan kan?
Todo : Itu tak perlu kau tahu.
INZET : RONGGUR, YAKOB MENDENGARKAN. EMON TERPELONGOH KARENA TAK TAHU APA SEBENARNYA YANG SEDANG DITENGKARKAN RATNA DAN TODO.
EMON MENGGUIT RONGGUR SAMBIL MENUNJUK KE ARAH RATNA. EMON MEMBERI TAHUKAN RATNA ITULAH PEREMPUAN CANTIK YANG DILIHATNYA.
YAKOB MENEKAN KEPALA EMON AGAR EMON JANGAN MENGANGKAT KEPALANYA TONGGI-TINGGI. CUT TO:
Ratna : Kalau kau memang tak punya adik perempuan pantas kelakuan kau pada
Upik sampai kurang ajar begitu! Atau paling tidak bagaimana kalau hal
yang sama dilakukan orang pada ibu kau? Apa kau diam saja?
Membiarkannya ?
Todo : Ibuku jangan kau bawa-bawa Rat!
Ratna : Karena itu Todo. Belajarlah menghormati perempuan! Jangan kau
cemarkan nama baik kampus kita. Sebentar lagi kau juga akan
mengerjakan seperti yang kami kerjakan ini.
Todo : Sudahlah, Rat! Lama-lama di tempat yang sepi ini birahiku lama-lama
dapat berkobar…Jangan kasi kesempatan seitan yang ada di kepalaku
untuk mencicipi tubuhmu yang sintal ini…(Coba menggapai pinggang
Ratna. Ratna menepiskan tangan Todo)
Ratna : Jangan kurang ajar, Todo!
Todo : Ratna….Jangan munafik! Kalau kau tidak membutuhkan hiburan, untuk
apa kau cari aku sampai ke pinggir pantai yang sepi ini? Untuk apa?
TODO SEMAKIN NEKAD. TODO BERUSAHA UNTUK MENERKAM RATNA. TAPI TERNYATA RATNA LEBI SIGAP MENGELAK.
MELIHAT TODO SUDAH SEMAKIN KURANG AJAR PADA RATNA, RONGGUR MELOMPAT MENENGAHI.
Ronggur : Bukan di sini tempatnya untuk memuaskan syahwat, bung!
TODO DAN RATNA TERKEJUT.
Yakob : Kami mendengar semua yang mbak bicarakan. Mbak benar.
Ronggur : Bung! Seharusnya anda malu memperlakukan teman sendiri!
Todo : Jangan ikut campur! Ini urusan pribadi!
Ronggur : Pribadi apa? Kami liat sendiri kau sudah berbuat kurang ajar pada mbak
ini. Kalian sama-sama dari Medankan? Sama sama kuliah di unfersitas
yang sama kan?
Todo : Itu bukan urusan kau!
Ronggur : Apa? Bukan urusan aku?
Yakob : Hei Bung! Semuanya sudah kami dengar! Sebagai pemuda kau tak
pantas berkata kurang ajar pada perempuan. Mbak ini benar. Kalau hal
serupa terjadi pada diri ibu anda, apa anda tidak tersinggung?
Todo : Saya tak punya urusan sama kalian!
Ronggur : Hei, Bung! Jangan mentang-mentang kau dari Medan sudah merasa
hebat! Aku juga kuliah di Medan. Jangan kau kira tak ada orang di
kampong ini yang kuliah di Medan.
Yakob : Sudahlah Bung, minta maaf sama Mbak ini….
Todo : Apa? Minta maaf? Antara dua kekasih bertengkar itu adalah hal yang
biasa.
Ratna : Apa? Kekasih? Siapa kekasih kau bangsat?
Todo : Ratna….Jangan kau pojokkan aku di depan orang-orang yang kita tidak
tahu siapa mereka sebenarnya….Mari aku antarkan kau ke rumah ibu
angkat….( Hendak memegang tangan Ratna)
Ratna : ( Menepiskan tangan Todo kasar) Jangan memutar balik kejadian Todo!
Ronggur : Kau ini memang orang yang tak tau malu rupanya!
Yakob : Ijinkan aku memberi sedikit pelajaran buat manusia sombong ini Gur!
( Yakob melayangkan tinjunya ke dagu Todo. Todo telentang.)
Maaf Mbak. Orang sombong kurang ajar ini harus di beri biar dia tahu
rasa!
Ronggur : Untuk kau ketahui saja, kami adalah penduduk desa yang kalian datangi
ini. Aku kuliah di Medan. Ini Yakob. Ini Emon. Bersyukurlah kau Cuma
bertemu dengan kami bertiga. Kalau saja kelakuan kau ini di ketahui oleh
pemuda-pemuda kampong yang lain, kau pastir modar dihajar massa!
Yakob : Kalau kau tidak senang, kapanpun aku siap melayani kau! Sekarang juga
kau tinggalkan kampong kami ini! Cabut kau cepat!
( Menarikkan tangan Todo kasar )
Ronggut : Kenalkan, saya Ronggur.
Ratna : Ratna. Terima kasih. Kalau kalian tak ada, saya tak tahu entah apa yang
akan terjadi pada diri saya.
Ronggur : Semua ini telah di atur oleh yang maha kuasa. Kalau saja saya tidak
pulang melihat Mak yang sakit, tentu kita tak akan pernah bertemu.
Mari Dik Ratna, biar kami antarkan Dik Ratna pulang ke rumah ibu
angkat Ratna….Ratna ditempatkan di rumah siapa ?
Ratna : Saya dan Upik di tempatkan di rumah Mawar.
Ronggur : Kebetulan si Mawar itu adalah sepupu saya. Bu Aisyah adalah adik
kandung ayah saya.
Ratna : Kalau begitu, Mawar adalah tunangan Bang Ronggur kan?
Ronggur : Aturan adat memang…..Mari….
RONGGUR MENGGIRING RATNA. SEMENTARA YAKOB DAN EMON MEMAKSA TODO BANGKIT DAN MENENDANG PANTATNYA SUPAYA SECEPATNYA MENINGGALKAN TEMPAT ITU. TODO DENDAM.
ADEGAN 15. EKSTERIOR. DEPAN RUMAH MAWAR.
MAWAR SEDANG MEMBERSIHKAN HALAMAN. BEGITU MELIHAT RATNA DAN RONGGUR DATANG, MAWAR MENHENTIKAN KERJANYA DAN MENGHAMPIRI RATNA DAN RONGGUR.
Mawar : Bang Ronggur ruoanya. Kapan abang datang?
Ronggur : Sudah dua hari abang di sini. Sehat Namboru Mawar?
Mawar : Sehat, Bang. Mak! O Mak! Bang Ronggur datang!
Ronggur : Sudahlah Mawar. Tak usah diganggu…..Kebetulan abang bejumpa sama
Ratna tadi di pantai. Mau mengantarkan Ratna sajanya abang kemari.
Mawar : Sombong kali bng Ronggur ini sekarang. Mentang-mentang….
Ronggur : Bukan begitu Mawar..
Mawar : Kalau begitu masuklah abang dulu. Udah lama kali abang tak singgah…
MAK MUNCUL DI PINTU
Mak : Kaunya rupanya Ronggur. Macamana kuliah kau. Sudahnya kau tamat?
Ronggur : (Menyalam Mak) Sudah tinggal di wisuda saja Namboru.
Mak : Kapan kau di wisuda?
Ronggur : Bulan depan Namboru.
Mak : Masuklah. Mak piker entah siapa tadi yang datang…
Ronggur : Aku Namboru. Kebetulan bejumpa kami di pantai tadi. Jadi sambil
mengantarkan Ratna singgah pulak la aku ke sini.
Mak : Mawar, bikinkan dulu kopi buat abang kau.
Mawar : Sedang Mawar buat, Mak!
Mak : Jadi sudah kenal lama rupanya kalian.
Ratna : Tidak Makcik. Baru kenal tadi…..
Mak : Iyah. Yang ku pikir sudah bekawan lama kalian….
Ratna : Tidak Makcik. Baru kenalan tadi….
Mak : Duduklah kalian. Mak tengok dulu apa yang sedang dibuat si Mawar.
Lama kali dia membuat kopi.
MAK MENINGGALKAN RATNA DAN RONGGUR.
Ronggur : Enak kkn di kampong abang ini Ratna?
Ratna : Begitulah, Bang….Abang kkn di sini juga?
Ronggur : Tidak. Abang ke daerah Langkat waktu itu.
MAWAR MUNCUL MEMBAWA DUA GELAS KOPI DI TALAM KECIL.
Mawar : Cuma ada ubi goreng kawan kopinya Bang. Maklum sajalah bang
Ronggur, Mawar belum lagi pandai membuat roti bakar.
Ronggur : Ratna tengoklah sendiri. Selama kalian kkn di sini, betambah pintar si
Mawar ini menyindir.
Mawar : Minum Kak Ratna. Kalau tak kakak yang memulai, malu nanti Bang
Ronggur.
Ronggur : Kenapa kau senyum-senyum? Apa ada yang lucu ?
Mawar : Bukan lucu, Bang, tapi cocol la;I abang berpasangan sama Kak Ratna.
Ronggur : Apa ?
Mawar : Bang Ronggur ganteng. Kak Mawar cantik dan manis.
Ronggur : Ratna dengarlah itu. Sudah betambah kepintarannya selama berkawan
sama kalian. Kata-kata si Mawar ini sangat berbahaya.
Mawar : Berbahaya macamana, Bang?
Ronggur : Bahayala! Kalau nanti didengar pacarnya kak Ratna, kan bahaya sama
Abang. Bisa benjol kepala abang nanti.Betul tidak Rat?
Ratna : Taklah sampai begitu, Bang Ronggur….
Mawar : Iya, bang Ronggur. Kak Ratna masih sendiri. Belum ada pendamping.
Ronggur : Betul yang dibilang si Mawar itu Rat?
Ratna : Betul kali tidak. Buktinya sekarangkan Ratna sudah abang dampingi
sampai ke rumah ini.
Mawar : Kan betul yang Mawar bilang. Bang Ronggur dan Kak Ratna adalah
pasangan yang sangat cocol. Macam pinang di belah dua.
DAS MUNCUL TIBA-TIBA. DAS MARAH-MARAH BEGITU MELIHAT RATNA DUDUK DENGAN RONGGUR YANG TAK DI KENALNYA.
Das : Siapa dia Rat ?
Ratna : Pemuda setempat. Kenalkan, namanya Ronggur, bulan depan sudah di
wisuda.
Das : Mau di wisuda mau diapakan apa perduli aku. Gara-gara dia tugas kau
tinggalkan…
Ratna : Astaga! Baru aku ingat!
Das : Sudahlah. Upik sudah menggantikan tugas kau. Sekarang kau ikut aku.
Ratna : Kemana ?
Das : Ikut saja dulu. Kemananya itu nanti saja.
Ratna : Mana bias begitu Das! Aku harus tahu kemana tujuan kita! Aku tidak
mau kasus Upik terulang lagi!
Das : Upik itu lain. Dia yang mengajak Todo, Todo pulak yang difitnahnya.
Ratna : Apa?
Das : Upik itu licik!
Ratna : Jadi kau membela Todo?
Das : Aku tidak membela Todo. Aku tahu Todo tidak akan serendah itu. Todo
itu anak orang kaya. Orang tuanya pimpinan organisasi. Mustahil Todo
nekad melakukan kerjaan yang di tuduhkan Upik! Karena itu sekarang
juga kau harus ikut aku Rat!
Ratna : Aku tidak mau! Aku mau disini bersama Ronggur!
Das : Apa?
Ronggur : Maaf saudara. Saya bukan hendak mencampuri. Tapi saya sendiri
melihat dan mendengar langsung tentang orang yang saudara katakan
tadi.
Das : Siapa yang saudara maksud?
Ronggur : Siapa lagi kalau bukan yang namanya saudara sebutkan tadi.
Ratna : Yang dikatakan Bang Ronggur ini benar, Das.
YAKOB DAN EMON MUNCUL
Yakob : Ada apa lagi ini?
Ronggur : Teman saya ini sudah menghajar orang yang saudara sebutkan tadi. Kob,
ceritakan sudah kau tending kemana anak muda yang mau berbuat
kurang ajar sama si Ratna sewaktu kita perogoki di pantai?
Yakob : Jadi ini kawannya?
Ratna : Kau dengar sendiri Das? Semua ini gara-gara kau!
Das : Gara-gara aku bagaimana?
Ratna : Gara-gara kau bawa si Todo itu, Upik nyaris di lecehkannya!
Das : Semua itu tidak benar Ratna! Itu fitnah si Upik saja!
Ratna : Fitnah juga kau bilang? Bukan Upik saja yang hndak dia lecehkan Das.
Mawar dan aku juga!
Ronggur : Sebagai pimpinan rombongan, anda seharusnya tidak cepat percaya
dengan apa yang di katakana teman anda itu. Apa lagi teman anda itu
sebenarnya tidak punya kepentingan apa-apa di sini. Seharusnya anda
awas! Bukan berpihak kepadanya!
Yakob : Bung! Kami pemuda setempat. Jangan saudara kira tidak ada anak muda
dari kampong kami ini yang kuliah ke Medan. Ronggur ini anak muda
kampong kami. Bulan depan dia di wisuda. Jangan dikarenakan kalian
kkn di tempat kami ini lalu kau anggap kami semua yang ada di desa ini
si tolol-tolol semua!
Emon : Iya! Kalau tidak kami matikan kawan kau tadi,,,,( celat)
Ronggur : Emon ini saja tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Heran
saya. Kau yang sudah ditingkat akhir kok masih membela kawan yang
jelas-jelas ingin mengahncurkan nama baik kalian semua di tempat ini.
DAS TERDIAM. TAPI DAS TETAP TAK MENERIMA PEMJELASAN RONGGUR DAN YAKOB.
CUT TO:
ADEGAN 16. EKSTERIOR. DI BAWAH PEPOHONAN . SIANG.
TODO MEMBAYAR BEBERAPA PEMUDA KAMPUNG SEBERANG UNTUK MEMBALASKAN DENDAMNYA KEPADA RONGGUR DAN YAKOB.
Todo : Aku mau pemuda yang bernama Ronggur dan Yakob itu mati!
Jamin : Kalau sampai mati bayaran tidak cuma segini, Bos.
Oyong : Iya Bos. Ronggur itu sulit dikalahkan. Ilmu silatnya tinggi.
Todo : Berapa kalian minta?
Oyong : Dua puluh juta, Bos.
Todo : Apa? Dua puluh juta? Gila!
Jamin : Kalau Bos tak sanggup, ya cukup kami buat rusuh saja kampong itu Bos.
Todo : Itupun jadi. Kalau kalian bias menculik perempuan yang bernama Ratna
dan Upik, nanti aku tambah tiga kali lipat dari yang aku kasi sekarang.
Oyong : Beres, Bos!
Todo : Oke. Aku tunggu besok pagi di tempat ini.
Oyong : Beres, Bos.
TODO MENINGGALKAN OYONG DAN JAMIN.
Jamin : Ini bagian kau.
Oyong : Berapa ini?
Jamin : Sepertiganyalah. Sepertiganya lagi aku simpan. Kita sama-sama dapat
bagian sepertiga. Cocokkan?
Oyong : Lalu apa yang akan kita buat?
Jamin : Tolol kau! Ya pulang lalu tidur!
Oyong : Jadi untuk merusuhi mahasiswa yang kakaen itu?
Jamin : Untuk apa kita pedulikan suruhannya itu. Yang penting duit sudah kita
pegang. Tambahan-nya tak usah pikirkan. Yang penting persekotnya
sudah jadi milik kita.
Oyong : Betul juga ya. Buat apa kita rusuhi. Kalau ketahuan si Ronggur, jadi
belacan kita dibuatnya. Kalau begitu pulang sajalah kita, Tidur lebih enak
lagi. Ha ha ha….
JAMIN DAN OYONG CEPAT-CEPAT KABUR
CUT TO:
ADEGAN 17. EKSTERIOR. SIANG. DI DEPAN PONDOK DEKAT LAUT.
RATNA DAN RONGGUR BERJALAN MENYISIR PANTAI YANG LANDAI. YAKOB DAN EMON MENGIKUTI DARI BELAKANG.
Ronggur : Kob, kalian carilah lokasi memancing ke tempat lain. Jangan ikuti kami
Terus.
Yakob : Siapa pula yang mengikuti kau, Gur. Kami memang mamu memancing
ke sana kok.
Emon : Iya. Kami memang mau kesana.
Ronggur : Sudahlah. Kesanalah kalian. Kami biar duduk di sini saja.
Ratna : Apa salahnya Yakob dan Emon mengikuti kita Bang Ronggur. Kalau tak
ada mereka, tinggal kita berdua, jadi fitnah nantinya….
Ronggur : Betul juga yang Ratna bilang itu….Maafkan abang Ratna….
Ratna : Selesai di wisuda abang berencana untuk mencari kerja di Medan ?
Ronggur : Tidak Ratna. Abang kembnali ke desa ini. Abang akan mengabdikan diri
abang untuk desa dimana abang dilahirkan. Abang akan mengajar di
sekolah menengah yang kita lihat tadi.
Ratna : Abang tidak merasa kesepian tinggal di desa yang sangat terpencil ini?
Ronggur : Hidup abang bagaikan buih yang memburu karang di tengah laut itu
Ratna. Sepi memang. Tapi gemuruh ombak yang tak pernah berhenti itu
membuat hati ini terasa sangat damai…..Apalagi kalau…
Ratna : Kalau apa Bang Ronggur?
Ronggur : Kalau ada yang mendampingi hidup abang….
Ratna : Isteri maksud abang?
Ronggur : Ya. Kalau lah isteri yang abang dambakan itu bernama Ratna, betapa
bahagianya hidup ini…
Ratna : Apa, Bang?
Ronggur : Sejak pandangan pertama di tepi pantai dengan Todo yang hampir saja
melecehkan Ratna, abang jatuh hati pada pandangan pertama…
Abang rasanya seperti buih yang tengah memburu karang disana itu…
DEBUR OMBAK SEMAKIN MENGGILA. ANGIN MEMPERMAINKAN RAMBUT RATNA YANG TERGERAI. RONGGUR MELEMPARKAN KAYU KE TENGAH LAUT. KAYU MELAYANG DAN JATUH KE TENGAH PUSARAN OMBAK YANG MEMECAHKAN BUIH PUTIH-PUTIH.
Ronggur : Ratna! ( Berteriak) Maukah kau menjadi isteriku dan tinggal bersamaku
di desa terpencil ini untuk membaktikan ilmu yang kita dapat?
RONGGUR MEMEGANG KEDUA BAHU RATNA. TATAPAN RONGGUR TAJAM MENEMBUS TATAPAN BOLA MATA RATNA YANG SENDU.
Ronggur : Ratna, mau kau menjadi isteriku ?
RATNA MENUNDUKKAN WAJAHNYA. LAMBAIKAN POHON NYIUR MEMBERI ISYARAT, TUGAS MAHASISWA DI DESA TELAH BERAHIR.
CUT TO:
KEPALA DESA, MAWAR DAN PARA PEMUDA MENGANTAR KEPULANGAN MAHASISWA DENGAN PERASAAN HARU. MAWAR MEMELUK RATNA DAN UPIK.
PAK ANUAR MENDEKATI MAK.
PAK ANUAR : Saya pasti akan datang lagi ke desa ini, Mak….
Mak : Mak tunggu.
Ronggur : Ratna, sampai bertemu di Medan. Jangan lupa. Hadir di hari wisudaku!
RONGGUR MENYALAM RATNA YANG SUDAH DUDUK DI DALAM MOBIL.
Yakob : Pik! Kapan kau datang lagi ke desa kami ini?
Upik : Upik pasti kemari kalau abang datang ke Medan meminangku!
Yakob : Apa?
Upik : Terima kasih semuanya. Aku sangat mencintai kalian semua!
Yakob : Pik, aku juga sangat mencintai mu!
KENDERAAN YANG MEMBAWA ROMBONGAN TERUS MELUNCUR. MAWAR MENETESKAN AIR MATA.
EMON : Udah kak, jangan nangis. Nanti nantikan bang Nuar datang minang
kakak.
Mawar : Kalau datang, Mon. Kalau tak datang kan kakak yang malu…
Emon : Iya juga ya kak….
CUT TO:
MOBIL TODO MUNCUL DIUJUNG JALAN. TODO SENDIRI MENYETIR. TODO MENGHENTIKAN MOBILNYA DI DEKAT RONGGUR BERDIRI. TODO TURUN DARI MOBIL.
CUT TO:
RONGGUR MENATAP TODO HERAN. YAKOB MENDEKATI RONGGUR.
YAKOB : Mau apa lagi bajingan itu, Gur?
Ronggur : Entahlah. Karena kelakuannya, tak satupun yang mau ikut sama dia.
Yakob : Kalau dia macam-macam aku hajar dia!
TODO MENDATANGI RONGGUR DAN YAKOB.
EMON MENGAMBIL BALOK SIAP MEMBANTU YAKOB KALAU TERJADI PERKELAHIAN.
Yakob : Ada apa?
Todo : ( Mengulurkan tangan pada ronggur dan Yakob) Aku sangat menyesal
sekali…..
Yakob : Menyesal kenapa?
Todo : Pada hal aku tidak meminta bayaran sesenpun, tapi karena sikapku,
kebejatan aku, semuanya membekot aku….Aku menyesal karena terlalu
menganggarkan harta ayahku..
Ronggur : Kalau kau menyadari hal itu baguslah. Jangan dikarenakan orang tua kita
kaya, berpangkat, tinggal di gedung yang mewah, uang banyak, lalu
menganggap semua perempuan dapat kita beli.
Todo : Karena itu makanya aku datang mau meminta maaf sama abang. Uang
yang dikasi ayahku memang banyak. Tapi disini, uangku yang banyak itu
tak ada artinya. Tidak semuanya bisa aku beli dengan uangku.
Ronggur : Kau betul-betul menyesali yang sudah kau lakukan?
Todo : Sumpah mati Bang, aku sangat menyesal sekali. Dari sini ke depan, aku
tak akan mengulangi semua tingkah lakuku yang sangat merugikan
diriku sendiri itu.
Yakob : Kenapa kau tiba-tiba menyesal? Bukan ecek-ecek kau saja menyesal ini?
Todo : Tidak, Bang. Aku ini memang sangat tidak bermoral kali sebagai
mahasiswa. Aku malu sama Bang Ronggur. Bang Ronggur yang
ternyata orang desa ini, tapi telah berhasil kuliahnya. Sudah tamat dan
bulan depan di wisuda. Tapi aku, anak kota, tingkah lakuku adalah
tingkah laku yang membuat ayah dan makku malu kalau dia tahu yang
sebenarnya…..
Ronggur : Abang senang mendengarnya. Jadikanlah semuanya itu menjadi
pelajaran. Kuliah kau yang baik. Pusatkan perhatian kau pada kuliah.
Minta maaf kau sama Upik, Ratna dan semua abang-abang kau yang
kakaen itu.
Yakob : Iya. Minta maaf kau….Siapa nama kau?
Todo : Todo, Bang.
Yakob : Todo, minta maaf juga kau sama si Mawar. Kan kau ganggu-ganggu juga
dia kan?
Todo : Iya, Bang….( Mendatangi Mawar) Maaf aku ya kak…Aku menyesal
karena sebagai mahasiswa aku tak dapat menunjukkan perangai yang
bagus sama kakak dan orang-orang di desa ini…
Ronggur : Sudahlah. Semua itu kami maafkan. Pulanglah. Nanti ketinggalan pulak
kau dsari rombongan. Ikuti saja mereka. Nanti di kampus, minta maaf
kau sama semua kawan-kawan kau itu.
Todo : Iya, Bang. Jadi permisilah aku ya Bang….
TODO NAIK KE MBILNYA. MOBIL TODO MELUNCUR LAJU MEMBURU MOBIL ROMBONGAN YANG SUDAH SEMAKIN JAUH.
ADEGAN 18. SIANG. INTERIOR. RUANG KULIAH.
RATNA, UPIK DAN YANG LAINNYA TAMPAK SEDANG MENEKUNI KULIAHNYA. CUT TO:
SEKELOMPOK MAHASISWA SEDANG ASIK BERDISKUSI. CUT TO:
ADA YANG MENGETIK SKRIPSI DI KOMPUTER. CUT TO:
MENDENGARKAN DOSEN MEMBERIKAN MATA KULIAH. CUT.
ADEGAN 19. SIANG. RUANG DOSEN MENGUJI MAHASISWA. RATNA SEDANG DI WAWABCARAI. CUT TO:
ADEGAN 20. SIANG. AULA.
RATNA DAN KAWAN-KAWANNYA DI WISUDA. SELESAI WISUDA, RATNA DAN TEMAN-TEMANNYA ASIK BERFOTO. DI KEJAUHAN, DI BAWAH POHON MAHONI, TAMPAK RONGGUR MEMPERHATIKAN. UPIK MENGGUIT RATNA. RONGGUR MENDATANGI RATNA DAN MEMBERI UCAPAN SELAMAT ATAS KEBERHASILAN RATNA.
SELESAI. 30 APRIL2009. DRH.
Kamis, 30 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
